0





Bila Kangen meliputi jiwa kali ini...oh gimana rasanya... tapi tenang fren saya kangen karena sudah lama ga posting lagi ke blog ini...jadi kubuka kembali semuanya...wow..fantastis ternyata ini dunia... serba berubah neh dengan tampilan baru abatasa... malu juga sedikit ketinggalan.

Apa kabar teman-teman semua?.. pasti pada pangling semua. ada yang masih juga single, sudah menikah, punya anak, sudah beranjak remaja atau dewasa lagi,,wah kangen juga neh teman. apakah kalian juga kangen padaku?...ha...subhanallah..syukron.. yang pasti saya senang kembali silaturahmi disini.

Ga banyak yang akan saya posting disini, waktunya limit neh lagi di Mesir. cukup sapa salam doa saja buat semua.. Assalamualaikum... selamat berposting ria yang inspiratif !!!!



Dikirim pada 02 Oktober 2011 di Inspirasi

(episode kedua)





Sudah hampir tiga minggu si ikhwan menunggu kabar baik dari hasil memberikan biodata taaruf nya. SI Ikhwan berusaha sabar dan senantiasa bersyukur Allah masih bisa memberikan kesempatan menunggu anugerah indah baginya, semoga....amiiin ya Rabb.


Sms temannya mengingatkan :..."ishbir ya kang, bakal dikasih tau kalau udah ada kabar. Kita belajar tsiqoh...".


"insyaallah ukht, ane berusaha seperti itu, namun begitu dahsyatnya godaan demi godaan pada hati untuk goyah, intinya banyak si penggoda jiwa ukht".. balas si ikhwan.


temannya menambahkan : "memang benar apa yang ada dalam Al Qur’an bahwa, tidak akan dikatakan orang beriman jika belum diuji. tak akan dikatakan mantap menikah jika belum digoda..haha...".


"ok siiip, syukron ukht...." balas si ikhwan mengakhiri pembicaraan dengan senyuman.


Selama proses menunggu kabar yang lumayan butuh kesabaran ini si ikhwan berusaha lurus dan mengelola hati. Allah benar-benar sayang padanya ketika itu. Sayang manakala kita menerima ujian yang indah ini tiada lain untuk kita belajar lebih baik lagi apalagi ini yang menyangkut hati yang harus dijaga. Inilah jihad hati ketika hati harus tetap kebal dari penyakit-penyakitnya. Diantara nya adalah penyakit sang penggoda jiwa dari dalam yang fokusnya agar semangat ibadah kita kendor dan jatuh. Ada juga penggoda-penggoda jiwa yang datang dari luar seperti halnya dari lawan jenis yang memang lihai juga dalam merusak hati kita yang berusaha lurus ini.


.."A’udzubikalimaatillahittammaati min syarri maa kholaq.."...Kami mohon kekuatan dan perlindunganmu ya Rabb...




Beberapa saat kemudian sms temannya kembali ia terima :


"Saat Allah menjawab doamu, ia meminta imanmu.


Saat Allah belum menjawab doamu, ia meminta kesabaranmu.


dan Saat Allah menjawab tapi bukan doamu,


Dia memilih yang terbaik untukmu".







Dikirim pada 03 Februari 2011 di Ta’aruf

(Episode pertama)





..."kang, untuk proposal insyaallah ana bantu, nanti kalo sudah ada perkembangan dikabari.tapi antum harus senantiasa menjaga hati, niat dan keikhlasan untuk menerima yang terbaik yang Allah berikan.."


Sms temannya memberikan lampu kuning pada si ikhwan yang berniat akan taaruf pada seorang akhwat. Si ikhwan merasa dag dig dug juga ketika pengalaman seperti ini dia rasakan begitu hebatnya dan penuh dengan tantangan. Tapi percayalah, si ikhwan itu sudah berniat untuk serius menjalani sebuah hubungan diatas ridha Allah.


Dia percayakan pada temannya yang dia anggap bisa diandalkan dan sudah mengenalnya dengan baik. kebetulan dia mengenal si akwat itu dan mengetahui kriteria yang pas buat si ikhwan teman dekatnya itu...ceritanya teman baiknya itu sebagai perantaranya...


Tapi sejujurnya memang si ikhwan benar-benar tidak mengetahui sosok akhwat yang akan dikenalkannya itu. Untuk itu tahap awal yang dilakukan si ikhwan yaitu bikin biodata taaruf dulu kemudian diserahkan ke pihak akhwat. Biar keren si ikhwan bikin biodatanya memakai kepingan cd jadi tidak bebrbentuk kertas lagi.


Empat hari setelah sms temannya memberikan lampu kuning, si ikhwan langsung menyerahkan biodatanya itu. Bismillahi tawakkaltu Alallah....Di menyerahkan segala urusannya itu kpada Allah dan karena Allah pula dia melaksanakan bagian dari ibadah tersebut.


Sms temannya kembali dia buka :


"..tetap luruskan niat ya..Siapapun akhwat yang ditawarkan nanti, itu hanya pilihan. Keputusan tetap di tangan antum. Dan kita cuma memfasilitasi, adapun ketidakcocokan yang terjadi nantinya itu dikembalikan lagi pada masing-masing calon. Siap?..."


"...siap !...Bismillah..." balas si ikhwan.










Dikirim pada 31 Januari 2011 di Ta’aruf




Bismillah....


Terimakasih ya Rabb, Engkau masih memberikan nikmat luar biasa pada hamba-hambaMu. Semoga kami senantiasa istiqomah bersyukur PadaMu ya Rabb...


Ujian yang sekarang Engkau berikan ini membuat hamba belajar banyak arti dari kesabaran dan keikhlasan. Ujian ini secara fisik tidak kelihatan oleh mata tapi mata hatilah yang bisa merasakannya. Mungkin inilah bagian dari jihad hati yang keras melawan musuh-musuh penghancur kebaikan di hati.


Engkau begitu menyayangiku Ya Rabb, sampai saat ini hamba diberi kesempatan untuk membangun kemantapan hati untuk meraih ridhoMu. Demi ibadah karenaMu, hamba berusaha meluruskan niat dan terus mengelola hati.


Meskipun godaan di jalan ini terus membludak tapi hati ini berusaha lurus....kuat.....Lindungi hamba Ya Rabb. Untuk meraih Ibadah yg suci itu....dan hamba yakin semua akan indah pada waktunya.




Dikirim pada 31 Januari 2011 di Muhasabah
19 Sep



Minal Aidin Walfaizin....maaf lahir batin buat sahabat semua.

Dikirim pada 19 September 2010 di Uncategoriez



Kemarin saya perhatikan pot bunga yang ada di halaman rumah. Entah kenapa menemukan pemandangan aneh, heran kenapa tumbuhan dalam pot bunga itu tidak tumbuh tinggi atau berkembang, padahal tumbuhan yang disampingnya itu malah menyusul perkembangannya. Saya cek kembali mungkin saja ada masalah dalam tanahnya atau karena pot bunganya. Langsung saja pot bunga saya bongkar sambil melihat kondisi di dalamnya.

Ternyata benar ada masalah, tanahnya sudah mau habis karena dimakan akar-akar yang sudah melilit seluruh pot bunga. Pas saya angkat itu bunga eh malah keangkat sama akarnya yang sudah mengeras dan membentuk pot dan tanahnya pun sudah habis. Selanjutnya saya ganti tanahnya dan membuang akar-akar yang tidak berguna sekaligus merapikan tanamannya itu supaya menarik kembali. Akhirnya setelah beberapa hari dan minggu si tanaman itu tumbuh dengan baik dan normal.

Ada pelajaran buat kita dari cerita tersebut. Bahwa manusia juga membutuhkan udara atau ruang baru yang nyaman dan bersih untuk lebih leluasa hidupnya. Akar yang melilit tersebut ibarat permasalahan, beban pikiran, penyakit dan sebagainya yang sudah menumpuk dalam tubuh kita. Otomatis ketika sudah menumpuk banyak dan tubuh pun sudah tidak bisa menampung lagi maka perkembangan jiwa kita tidak akan tumbuh dengan baik dan sehat malah ada penyakit lahir batin.

Saatnya kita ganti suasana hati dengan penuh kelapangan. Bebas dari beban permasalahan yang selama ini menyarang pada hati kita kemudian kita buang yang tidak ada manfaatnya bahkan yang merusak kesehatan kita. Kita perlu mencharger kembali jiwa kita yang sudah low ibarat baterei yang sudah lemah dengan suntikan semangat baru. Tubuh kita disamping memerlukan vitamin untuk kesehatan fisik perlu juga asupan vitamin kejiwaan dan ruhani yang dapat menyegarkan kembali hidup ini.

Seperti halnya peningkatan ibadah, mempercantik amal kita, memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta dan makhluk-Nya, belajar ilmu, membaca Al Qur�an, membaca buku-buku positif, dan masih banyak lagi multivitamin jiwa kita supaya kita sehat dan beban-beban yang semestinya tidak perlu itu akan hilang dalam tubuh kita. hmmm...plong rasanya kalau hidup ini dengan nafas yang baru....

Subhanallah..semoga Allah mempermudah niat baik kita, apalagi di bulan ramadhan mulia ini kita sedang ditempa dan dikarantina dengan nikmatnya puasa yang akhirnya akan fitrah kembali untuk menuju kemenangan dan menjadi manusia yang bertakwa pada-Nya. amin...

Dikirim pada 27 Agustus 2010 di Inspirasi



kisah ikhwan 4 (lagi-lagi tentang istikharah cinta)

Sahabat pernahkah anda merasakan masalah yang begitu rumit dalam hal memilih calon bidadari untuk kita?. Kisah ikhwan 4 ini mirip dengan kisah ikhwan 3. .dia merasakan Allah begitu sayang padanya hingga dia harus memilih salah satu akhwat untuk menjadi calon isteri. Banyak yang ia temui akhwat untuk jadi pilihannya, dari mulai ia mencari sendiri sampai dari pilihan pembina ngajinya yang selalu memberikan biodata profilnya untuk dipelajari.

Yang jadi masalahnya, ikhwan 4 itu merasa kesulitan juga manakala berhadapan pada pilihan-pilihan yang terbaik diantara yang terbaik itu. Beberapa sosok akhwat yang direkomendasikan padanya semuanya baik dan mempunyai kelebihan masing-masing. Sekarang masa istikharah baginya. Doakan sahabat.....

Dikirim pada 21 Agustus 2010 di Ikhwan



Cerita ikhwan 3.

Si ikhwan merasa bingung menentukan / memilih pendamping hidup yang sesuai dengan harapannya. Berkali-kali dia shalat istikhoroh tapi belum menemukan jawabannya. Akhwat calon pendamping hidupnya semuanya istimewa dan solehah menurutnya. Satu sisi akhwat 1 memiliki kelebihan A sementara akhwat 2 memiliki kelebihan B. Karena kelebihan AB itu yang sangat dibutuhkan si ikhwan tersebut..."pengennya sih ada akhwat yang punya nilai AB itu" (gumamnya).

si ikhwan sedang ikhtiar....

----

Sahabat...

semoga Allah memberi kemudahan kepada kita dalam menemukan pendamping hidup kita.

Dikirim pada 09 Agustus 2010 di Ikhwan



Pada sebuah resepsi pernikahan yang sangat padat dipenuhi tamu undangan, terlihat setiap orang menikmati makanan yang serba ada. Banyaknya undangan tak sebanding dengan tempat duduk yang tersedia. Sebagian orang ada yang standing party ada yang sambil jalan-jalan menikmati camilan. Namun tidak sengaja mata tertuju pada sebuah sudut ruangan, terlihat di tengah kerumunan orang -orang yang sedang asyik menyerbu berbagai macam makanan ada seorang akhwat yang sedang menikmati makanan dengan duduk di lantai karena kursi undangan sudah penuh terisi semua. Terasa berat sekali godaan untuk standing party dalam menikmati makanan dalam sebuah pesta pernikahan.

Subhanallah....ukhty..engkau menjaga kecantikan akhlakmu.

Dikirim pada 01 Agustus 2010 di Akhwat
31 Jul

"Pulang ngajar cepet pulang ya, ada perlu penting sekali!"..
"jam 11.00 cepet pulang"

Sms dari keluarga bernada seperti ini yang tumben sekali saya terima dan bikin penasaran. Otomatis di sekolah pun saya merasa tidak tenang karena hati pun semakin bertanya-tanya, ada apa ini?.
Jam menunjukkan jam 11.00, dengan secepat kilat saya langsung meluncur dari sekolah. "laa haula walaaquwata illa billaah.." saya serahkan semua urusan ini padaMu ya Rabb. Saya optimis pada ketentuan Nya yang belum saya ketahui.

Sampai di rumah Alahamdulillah semua baik-baik saja dan damai-damai saja. Saya langsung disambut bapak yang dari tadi menunggu lama. Keluarga langsung bercerita tentang permasalahannya kemudian saya menyimak dengan seksama.
Asyukruka ya Allah.. ada perasaan lega dan merasakan pertolongan Allah itu begitu dekat.
begini ceritanya,

Ada seseorang yang datang ke rumah, Pak Rosi namanya. Beliau menawarkan sekaligus mengajak untuk gabung dengan temannya supaya sukses. Teman pak Rosi menjanjikan akan memberi pekerjaan yang mapan langsung ditempatkan pada sebuah Bank di kota besar. Kita tinggal duduk manis saja di sana dan langsung diberi fasilitas mobil mewah. Tetapi syaratnya harus membayar uang muka 2,5 juta untuk operasional. Sontak saja keluarga saya kaget dan merasa dikejar waktu karena ditunggu selama 4 jam untuk mengambil keputusannya. Pak Rosi akan kembali lagi siang hari setelah ada keputusan dari keluarga saya khususnya saya sendiri setelah pulang dari sekolah.

Selama masa genting menunggu, keluarga saya bermusyawarah dan meminta pendapatnya dari keluarga lain mengenai hal ini. Alhamdulillah..sudah ada yang memberi saran bijak bahwa kita harus waspada dan ekstra hati-hati pada kasus seperti ini. Keluarga akhirnya memutuskan untuk tidak ikut bergabung dengan mereka.

Seringkali kita dihadapkan pada situasi menantang kehidupan kita. Ada saja orang yang mengiming-imingi sesuatu yang berharga atau berlimpah kepada kita, juga ada yang memanfaatkan orang lain dengan tujuan untuk memuaskan kepentingan kelompok tersendiri. na’udzubillaah..
..A’udzubikalimatillaahit taammaati min syarri maa kholaq.

terimakasih ya Rabb.
wallahu a’lam

Dikirim pada 31 Juli 2010 di Uncategoriez



Proses perubahan kadangkala terasa pahit tapi berbuah manis. Perubahan ke arah kebaikan memerlukan proses ketekunan dan kesabaran disertai optimis. Ketika dalam prosesnya pun seringkali kita mendapat kecaman, godaan, celaan, kebencian dan hal lain yang dapat mengganggu jalannya perubahan tersebut. Entah itu datang dari dalam diri sendiri juga teman kita, keluarga dan lingkungan masyarakat kita.

Tetaplah pada tujuan kita dan fokuslah pada apa yang menjadi keyakinan kita untuk berubah menjadi lebih baik. Ketika kita sudah niat dan benar-benar ingin ada perubahan insyaallah Sang Khaliq pun akan membantu kita dalam prosesnya. Allah pun tidak akan merubah nasib seseorang sebelum ia mau merubah diri sendiri dahulu.

Perjalanan hidup kita di dunia bukan untuk menjadi hebat dari orang lain, melainkan menjadi diri kita yang unggul dari diri kita yang kemarin. so, jangan pusing memikirkan kelebihan orang lain, karena ada yang lebih penting lagi yaitu tentang kemajuan diri sendiri. apakah kita sudah lebih baik sekarang ini dari diri kita yang kemarin?

Dikirim pada 11 Juli 2010 di Nasihat Diri
06 Jul



Memang banyak godaan ketika kita sendiri. Godaan dari dalam maupun dari luar. Takutnya tidak terjaganya hati ketika godaan itu datang menghampiri. Perlu ketebalan iman untuk menjaganya.

Godaan cinta yang belum berhak dan halal selalu saja menghantui banyak ikhwan atau akhwat yang masih sendiri. Memang takut sekali jika kita terus merasa sendiri dan ingin menyendiri terus selamanya Hanya Allah pemelihara kita, setia menemani kita dan penolong kita. Dia yang menganugerahkan calon pendamping kita. Karena Dia menciptakan kita berpasang-pasangan...so jangan pesimis yo kita jemput dan bersabarlah dalam penantian untuk sang pendamping kita.

Solusi bagi yang masih merasa sendiri....ya menikahlah.

saatnya menikah...!

Dikirim pada 06 Juli 2010 di Rumahku Surgaku



Kisah ikhwan 2

Si Ikhwan merasa geli juga ada akhwat yang memulai perkenalan lewat sebuah sms. ada yang bernada basa-basi, sms tausiyah atau yang lainnya. memang kejadian ini akhwat pun merasa sering mengalaminya oleh si pelaku ikhwan. lucu juga ya...^_^.. semoga hati kita terjaga dan lurus dijalan Nya.



Dikirim pada 20 Juni 2010 di Ikhwan



Sepulang on air di radio perut keroncongan selalu saja menghibur saya. Sudah terbiasa jadwal makan malam setelah isya. Yang penting ketika kita sudah membiasakan disiplin terhadap sesuatu insyaallah itu akan menjadi hak paten bagi hidup kita. Seperti keteraturan jam makan saya malam itu.

Waktu menikmati perjalanan kerumah saya sudah membayangkan bagaimana lezatnya makanan apalagi kalau ada kerupuk dan sambel. Ahhaaa! Itu dia kerupuk yang jadi andalan saya membuat makan jadi lahap. Langsung menuju warung beli kerupuk segunung…haha… maksudnya 10 bungkus…banyak juga ya.. maklum karena lapar. Bener tuh makan jadi nikmat karena si tubuh sedang membutuhkannya.

Sahabat…
Seperti halnya kerupuk yang yang sifatnya ringan juga enak, dalam hidup kita pun senantiasa harus meniru sifatnya itu. Yup ! ilmu meringankan tubuh ala kerupuk. Hebat ya.. tentunya ketika tubuh sudah merasa ringan, dalam melangkahpun kita tidak ada beban.

Betul!..tidak ada beban kita harapkan dalam hidup. Namun seringkali kita terlalu betah menyimpan bebannya itu, muncul dari sebuah masalah-masalah kecil yang kita tabung sampai menumpuk menjadi saldo masalah besar dalam bank tubuh kita. Masalah tersbut ada yang kita produksi sendiri juga ada transfer dari orang lain.

Punya masalah kah Anda sekarang?.. saya tahu Anda punya masalah begitu juga dengan saya sendiri. Namanya hidup pasti ada saja sebuah masalah. Entah karena iri, benci, dendam, atau masalah kepribadian kita sendiri. Namun yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak.

Saya dan Anda setuju bahwa masalah yang kita simpan terlalu lama akan merugikan kesehatan dan membahayakan hidup. Sudah saatnya kita ringankan tubuh kita yang terlalu banyak beban karena masalah-masalah yang ada. Lepaskan semuanya yang membuat diri kita terbelenggu masalah yang menghambat kemajuan hidup kita. Sangat rugi sekali kita hidup di dunia yang singkat ini hanya sibuk mengurusi masalah-masalah yang hanya sepele dan tidak penting sama sekali.

Alangkah indahnya ketika rasa syukur, saling memaafkan, saling menghormati, saling menghargai, optimis dan percaya diri mewarnai pada hidup kita. Hidup terasa ringan dan ketika ada masalah muncul kita sudah yakin pasti ada sebuah jawaban pada masalah tersebut dengan mencari solusi yang tepat. Akhirnya kita akan merasa damai dalam menikmati hidup yang indah ini.Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin

Sudahkah kita menggunakan ilmu meringankan tubuh seperti halnya kerupuk?

Dikirim pada 20 Mei 2010 di Inspirasi



Hari ini tanggal 20 mei tepat dengan hari kebangkitan nasional bersamaan dengan hari milad teman saya tercinta, pas di usianya yang ke 20 tahun. Entah kenapa bangun pagi saya semangat sekali mungkin karena saya mau cepat-cepat sms teman saya itu mau memberikan ucapan selamat atas miladnya itu, atau entah lah yang penting setiap bangun pagi harus semangat, semangat melakukan aktivitas pagi ini.

Selesai shalat subuh saya sempatkan untuk melihat televisi. Banyak sekali ilmu seklaigus inspirasi pagi yang saya dapat pagi ini. Diantaranya selain dari acara siraman qolbu, ada satu inspirasi menarik pula dari berita yang saya simak. Menyambung dari hari kebangkitan nasional kali ini ada salah satu stasiun televisi yang sama sedang berulang tahun layaknya temen saya, dari berita yang tayang saat itu ada inspirasi pagi tentang kebangkitan hidup dua orang anak manusia mengenai belajar dari keterbatasan. hebat!!!

Diawali oleh seorang anak bocah usia enam tahun kelas satu SD, Sinar namanya. Kita pasti sudah tahu sosok anak ini yang luar biasa dengan kuatnya membantu ibundanya yang kesakitan. Sinar merupakan anak yang mandiri selama dua tahun ini dia mengurus ibunya yang tidak berdaya bahkan lumpuh akibat tejatuh. Anak itu bisa memasak, memberi makan, mengurus ibunya dengan sepenuh hati. Mereka hidup sederhana tapi keberadaan sinar mampu menyinari hati dan hidup mereka. Subhanallah..

Selanjutnya seorang remaja asal Wamena Papua, Selomina namanya. Dia sosok remaja yang semangat mengejar impian dan cita-cita. Dia rajin menimba ilmu dengan pergi ke sekolah meskipun jarak yang ditempuhnya itu jauh dan penuh tantangan. Melewati jalan terjal, melintasi sungai yang sampai dia berani berenang dulu di sungai itu hanya untuk pergi ke sekolah. Dengan kegigihan dia untuk belajar, akhirnya ada orang yang membantu Selomina untuk melanjutkan belajarnya ke bangku kuliah.

Semangat luar biasa inspirasi pagi ini yang saya tangkap untuk motivasi saya sendiri dan teman-teman. Bahwa keterbatasan kita bukan menjadi penghalang untuk kita maju dalam meraih impian hidup kita. Semoga kita bangkit menjadi manusia unggul, yang hari ini menjadi pribadi yang baik dari pribadi kita yang kemarin dan esok lebih baik lagi daripada hari ini.

selamat pagi dan tidak lupa selamat milad buat ella dan satu lagi selamat memperingati hari kebangkitan nasional 20 mei 2010. semangat!!!

Dikirim pada 20 Mei 2010 di Inspirasi
06 Apr


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}



Ingatlah wahai teman-teman
Manusia diciptakan menawan
Senyuman sbagai perhiasan
Dalam memperindah pergaulan

Lihatlah wahai kawan-kawan
Rosulullah seindah teladan
Senyum ikhlas sebagai amalan
Hidup rukun penuh keharmonisan

Senyuman memberikan ketenangan
Menumbuhkan rasa kasih sayang
Senyuman membuka persahabatan
Antara kita sesama insan

Senyuman menciptakan kebahagiaan
Menjalinkan hubungan yang ihsan
Senyumlah hai kawan berikan senyuman
Bersama rindukan kedamaian

Senyumlah karena ibadah
Dengan senyum amalan sedekah



(senyuman – efziel)



Dikirim pada 06 April 2010 di Lirik Nasyid


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}


Perjalanan hidup kita di dunia
Bukan lebih hebat dari yang lain
Namun tujuan yang paling utama
Lebih unggul dari kita kemarin

Setiap episode kehidupan ini
Hadapilah tantangan yang terjadi
Raih cita cinta ridho Ilahi
Sujudah untuk selalu mensyukuri

Ingatlah hari ini gunakanlah kesempatan
Ingatlah hari esok jangan ada penyesalan
Ingatlah kegagalan jadikanlah pelajaran
Dalam menggapai puncak kesuksesan

Hari ini harus baik dari hari yang kemarin
Hari esok lebih baik dari pada hari ini

Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

(seleb – efziel)



Dikirim pada 06 April 2010 di Lirik Nasyid
06 Apr



Pasti ini Terasa Begitu Menyakitkan
Saat Kau Kehilangan Sesuatu Yang Kau Sayang
Bilakah Tak Tahu Mungkin itu Yang Terbaik
Ada Rahasia Terindah Yang Diinginkannya

ku Hanya Ingin Agar Engkau Bisa Pahami
Memaknai Yang Terjadi Dengan Tulus Hati
Meski Kuakui Tak Mudah Untuk Terima
Segala Yang Tlah Menjadi Ketetapannya

Bridge:

Leraikanlah Gundah Tabahkanlah Hati
dan Yakinilah Semua itu Rencana Darinya

Reff
Sudahlah Lupakan Segala Yang Membuatmu Merana
Hanya Kan Membuat Dirimu Dihantui Gelisah
Biarkanlah Semua Kan Berlalu Dengan Apa Adanya
Karena Dibalik Yang Terjadi Pasti Ada Hikmahnya Untuk Kita

Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
(hikmah-tashiru)



Dikirim pada 06 April 2010 di Lirik Nasyid


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}





Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.

Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.



Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,

Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,

Ingatlah saat-saat bagaimana daku megajarimu,

membimbingmu untuk melakukannya.



Disaat daku dengan pikunnya mengulang

terus menerus ucapan yang membosankan mu,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku.

Dimasa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus

sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,

hingga dirimu terbuai dalam mimpi.



Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,

Janganlah menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu,

bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?



Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,

Janganlah menertwaiku.

Renungilah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab

setiap “mengapa” yang engkau ajukan saat itu.



Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,

Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.

Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki

Untuk belajar berjalan.



Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,

Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.

Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,

asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku,

aku telah bahagia.



Disaat engkau melihat diriku menua,

Janganlah bersedih.

Maklumilah diriku, dukunglah daku,

bagaikan daku terhadapmu

disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.



Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,

kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.

Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu.

Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.

Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.



.::renungan untuk meningkatkan bakti kita pada orang tua









Dikirim pada 06 April 2010 di Muhasabah


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Kemenangan



Kau seorang yang biasa membual,

bahwa sesuatu yang besar akan kau capai pada suatu saat nanti.

Sebenarnya kau hanya mau pamer,

betapa luas pengetahuanmu dan betapa jauh yang akan kau tempuh.

Setahun sudah kita lewatkan,

gagasan baru apa yang muncul di benakmu?

Berapa banyak peristiwa bernilai yang sudah kau lakukan?



12 bulan penuh di tanganmu.

Apa yang sedang kau perbuat untuk meraih peluang-peluang baru?

Di daftar nama orang-orang berhasil,

namamu tidak tercantum. jelaskan, kenapa?



Bukan peluang yang kau tidak punya.

Seperti biasa……kau tidak berbuat apa-apa.

(Herbert Kauffman)



Dikirim pada 21 Maret 2010 di Nasihat Diri

Kepada Calon Istriku…calon mujahidah….



Assalammu’alaikum Wr. Wb….



Apa kabar calon istriku? Hope u well and do take care… Allah selalu bersama kita.



Calon Istriku…

Masihkah menungguku.. .? Hmm… menunggu, menanti atau whateverlah yang sejenis dengan itu kata orang membosankan. Benarkah?! Menunggu… hanya sedikit orang yang menganggapnya sebagai hal yang “istimewa”. Dan bagiku, menunggu adalah hal istimewa. Karena banyak manfaat yang bisa dikerjakan dan yang diperoleh dari menunggu. Membaca, menulis, diskusi ringan, atau hal lain yang bermanfaat.



Menunggu bisa juga dimanfaatkan untuk mengagungkan- Nya, melihat fenomena kehidupan di sekitar tempat menunggu, atau sekadar merenungi kembali hal yang telah terlewati. Eits, bukan berarti melamun sampai angong alias ngayal dengan pikiran kosong. Karena itu justru berbahaya, bisa mengundang makhluk dari “dunia lain” masuk ke jiwa.



Banyak hal lain yang bisa kau lakukan saat menunggu. Percayalah bahwa tak selamanya sendiri itu perih.



Bahwa di masa penantian, kita sebenarnya bisa lebih produktif. Mumpung waktu kita masih banyak luang. Belum tersita dengan kehidupan rumah tangga. Jadi waktu kita untuk mencerahkan ummat lebih banyak. Karena permasalahan ummat saat ini pun makin banyak.



Karenanya wahai bidadari dunia…

Maklumilah bila sampai saat ini aku belum datang. Bukan ku tak ingin, bukan ku tak mau, bukan ku menunda. Tapi persoalan yang mendera bangsa ini kian banyak dan kian rumit. Belum lagi satu per satu kasus korupsi tingkat tinggi yang membuktikan bahwa negeri ini ‘Krisis Akhlak’.



Ditambah lagi bencana demi bencana yang melanda negeri ini. Meski saat ini hidup untuk diri sendiri pun rasanya masih sulit. Namun seperti seorang ustadz pernah mengatakan bahwa hidup untuk orang lain adalah sebuah kemuliaan. Memberi di saat kita sedang sangat kesusahan adalah pemberian terbaik. Bahwa kita belumlah hidup jika kita hanya hidup untuk diri sendiri.



Calon Istriku…

Percayalah padaku aku pun rindu akan hadirmu. Aku akan datang, tapi mungkin tidak sekarang. Karena jalan ini masih panjang. Banyak hal yang menghadang. Hatiku pun melagu dalam nada angan. Seolah sedetik tiada tersisakan. Resah hati tak mampu kuhindarkan. Tentang sekelebat bayang, tentang sepenggal masa depan. Karang asaku tiada ‘ kan terkikis dari panjang jalan perjuangan hanya karena sebuah kegelisahan. Lebih baik mempersiapkan diri sebelum mengambil keputusan. Keputusan besar untuk datang kepadamu.



Calon Istriku…

Jangan menangis, jangan bersedih, hapus keraguan di dalam hatimu. Percayalah padaNYA, Yang Maha Pemberi Cinta, bahwa ini hanya likuan hidup yang pasti berakhir. Yakinlah “saat itu” pasti ‘ kan tiba.



Tak usah kau risau karena makin memudarnya kecantikanmu. Karena kecantikan hati dan iman yang dicari. Tak usah kau resah karena makin hilangnya aura keindahan luarmu. Karena aura keimananlah yang utama. Itulah auramu yang memancarkan cahaya syurga. Merasuk dan menembus relung jiwa.



Wahai perhiasan terindah…

Hidupmu jangan kau pertaruhkan. Hanya karena kau lelah menunggu. Apalagi hanya demi sebuah pernikahan. Karena pernikahan tak dibangun dalam sesaat, tapi ia bisa hancur dalam sedetik. Seperti Kota Iraq yang dibangun berpuluh tahun, tapi bisa hancur dalam waktu sekian hari.



Jangan pernah merasa, hidup ini tak adil. Kita tak akan pernah bisa mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup. Pasrahkan inginmu sedalam kalbu pada tahajjud malammu. Bariskan harapmu sepenuh rindumu pada istikharah di shalat malammu. Pulanglah padaNYA, ke dalam pelukanNYA. Jika memang kau tak sempat bertemu diriku, sungguh itu karena dirimu begitu mulia, begitu suci. Dan kau terpilih menjadi ainul mardhiyah di jannahNYA.



Calon Istriku…

Skenario Allah adalah skenario terbaik. Dan itu pula yang telah Ia skenariokan untuk kita. Karena Ia sedang mempersiapkan kita untuk lebih matang merenda hari esok seperti yang kita harapkan nantinya. Untuk membangun kembali peradaban ideal seperti cita kita.



Calon istriku…

Ku tahu kau merinduiku, bersabarlah saat indah ‘ kan menjelang jua. Saat kita akan disatukan dalam ikatan indah pernikahan. Apa kabarkah kau di sana ? Lelahkah kau menungguku berkelana, lelahkah menungguku kau di sana ? Bisa bertahankah kau di sana ? tetap bertahanlah kau di sana . Aku akan segera datang, sambutlah dengan senyum manismu. Bila waktu itu telah tiba, kenakanlah mahkota itu, kenakanlah gaun indah itu. Masih banyak yang harus kucari, ‘tuk bahagiakan hidup kita nanti…



Calon istriku…

Malam ini terasa panjang dengan air mata yang mengalir. Hatiku terasa kelu dengan derita yang mendera, kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang. Cinta membuat hati terasa terpotong-potong. Jika di sana ada bintang yang menghilang, mataku berpendar mencari bintang yang datang. Bila memang kau pilihkan aku tunggu sampai aku datang.



Ku awali hariku dengan tasbih, tahmid dan shalawat. Dan mendo’akanmu agar kau selalu sehat, bahagia, dan mendapat yang terbaik dari-Nya. Aku tak pernah berharap kau ‘ kan merindukan keberadaanku yang menyedihkan ini. Hanya dengan rasa rinduku padamu, kupertahankan hidup. Maka hanya dengan mengikuti jejak-jejak hatimu, ada arti kutelusuri hidup ini. Mungkin kau tak pernah sadar betapa mudahnya kau ‘tuk dikagumi. Akulah orang yang ‘ kan selalu mengagumi, mengawasimu, menjagamu dan mencintaimu.



Calon Istriku…

Saat ini ku hanya bisa mengagumimu, hanya bisa merindukanmu. Dan tetaplah berharap, terus berharap. Berharap aku ‘ kan segera datang. Jangan pernah berhenti berharap. Karena harapan-harapanlah yang membuat kita tetap hidup.



Bila kau jadi istriku kelak, jangan pernah berhenti memilikiku dan mencintaiku hingga ujung waktu. Tunjukkan padaku kau ‘ kan selalu mencintaiku. Hanya engkau yang aku harap. Telah lama kuharap hadirmu di sini. Meski sulit harus kudapatkan. Jika tidak kudapat di dunia, ‘ kan kukejar sang ainul mardhiyah yang menanti di syurga.



Ku akui cintaku tak hanya hinggap di satu tempat, aku takut mungkin diriku terlalu liar bagimu. Namun sejujurnya, semua itu hanyalah persinggahan egoku, pelarian perasaanku dan sikapmu telah meluluhkan jiwaku. Waktu pun terus berlalu dan aku kian mengerti apa yang akan ku hadapi dan apa yang harus kucari dalam hidup.



Kurangkai sebuah tulisan sederhana ini untuk dirimu yang selalu bijaksana. Aku goreskan syair sederhana ini, untuk dirimu yang selalu mempesona. Memahamiku dan mencintaiku apa adanya. Semoga Allah kekalkan nikmat ini bagiku. Semoga…



Kau terindah di antara bunga yang pernah aku miliki dahulu

Kau teranggun di antara dewi yang pernah aku temui dahulu

Kau berikan tanda penuh arti yang tak bisa aku mengerti

Kau bentangkan jalan penuh duri yang tak bisa aku lewati

Begitu indah kau tercipta bagi Adam

Begitu anggun kau terlahir sebagai Hawa

Kau terindah yang pernah kukagumi meski tak bisa aku miliki

Kau teranggun yang pernah kutemui meski tak bisa aku miliki

(Dewi Khayalan – Daun Band)



Ya Allah… ringankanlah, kerinduan yang mendera. Kupanjatkan sepotong doa setiap waktu, karena keinginan yang menyeruak di dalam diriku.

Ya Allah… ampuni segala kesilafan hamba yang hina ini ringankan langkah kami. Beri kami kekuatan dan kemampuan tuk melengkapkan setengah dien ini, mengikuti sunnah RasulMu jangan biarkan hati-hati kami terus berkelana tak perpenghujung yang hanya sia-sia dengan waktu dan kesempatan yang telah Engkau berikan.



Wassalamu’alaikum.



Penuh Cinta Selalu Untuk Selamanya,



Dari yang terkasih…tunggulah aku


______


http://perhiasandunia.wordpress.com



Dikirim pada 15 Maret 2010 di Rumahku Surgaku




Ambillah waktu untuk berpikir


Itu adalah sumber kekuatan





Ambillah waktu untuk bermain


Itu rahasia dari masa muda yang abadi





Ambillah waktu untuk membaca


Itu adalah sumber kebijaksanaan





Ambllah waktu untuk berdoa


Itu adalah kekuatan terbesar di bumi





Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai


Itu adalah hak istimewa yang diberikan Sang Pencipta





Ambillah waktu untuk bersahabat


Itu adalah jalan
menuju kebahagiaan





Ambillah waktu untuk tertawa


Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa





Ambillah waktu untuk memberi


Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri
sendiri





Ambillah waktu untuk bekerja


Itu adalah nilai keberhasilan





Ambillah waktu untuk beriman


Itu adalah kunci menuju surga.





(fulfilling life – Parlindungan Marpaung)










Dikirim pada 12 Maret 2010 di Nasihat Diri
09 Mar









Umat Nabi dicawiskeun,
ka surga tujuh golongan


Ka hiji jalma nu anom,
getol tobat ka pangeran





Ka dua jalma berehan,
sodaqoh teu ditembongkeun


Tilu ngucurkeun
cipanon, dosa alit ditobatan





Opat tukang
berjamaah, sanajan loba kasusah


Leungit harta henteu
susah, najan tinggal berjamaah





Ka limana
jalma-jalma, ngariung sareng ulama


Ngadangukeun pituturna,
sangkan bagja akheratna





Genep surga
dicawiskeun, ka jalma nu ngadawamkeun


Siang wengi
diamalkeun, sholat sunnah didawamkeun





Tujuh surga
dicawiskeun, ka jalma nu tara jinah


Najan geulis nu
ngagoda, ngarah sieun ku Pangeran.




Dikirim pada 09 Maret 2010 di Nasihat Diri
08 Mar

Peringatan hari kemerdekaan di negeri Binatang berlangsung
meriah dengan acara-acara perlombaan. Salah satu acara yang paling menarik, yang
diletakkan di puncak acara adalah Panjat Pinang untuk para Tokek. Batang pinang
dilumuri getah salah satu pohon yang licin. Bedanya dari perlombaan panjat
pinang biasa, pada perlombaan ini tidak memperebutkan sesuatu di atas dan tidak
pula perlu kerja sama. Perlombaannya sederhana, yakni siapa yang duluan sampai
ke puncak pohon pinang, dialah yang menjadi pemenangnya. Aturannya sederhana,
jika ada tokek yang sudah jatuh, masih diberi kesempatan tiga kali untuk tetap
naik. Namun, jika sudah ada tokek yang sudah sampai duluan di puncak, maka
pertandingan berakhir dengan tokek yang terlebih dahulu sampai di puncak
sebagai pemenang pertamanya.





Total peserta tokek yang ikut sebanyak 25 ekor yang datang
dari berbagai Negeri Binatang. Selain berpartisipasi memperingati hari
kemerdekaan, mereka tampaknya juga tergiur dengan hadiah Rumah Tokek yang
ditawarkan. Di samping tentunya hadiah-hadiah lain yang menggiurkan.





Ketika juri meniup peluit tanda perlombaan dimulai, maka
ke-25 ekor ini langsung berebut naik. Baru beberapa menit, sudah beberapa tokek
tergelincir jatuh. Penonton pun semakin histeris melihat perjuangan para tokek
yang sangat bersusah payah mencapai puncak. Ada yang memotivasi, namun lebih banyak yang
mencerca serta sok mengatur. Dalam hal ini mungkin penonton jauh lebih hebat
dari pemain itu sendiri.





Beberapa waktu telah berlalu, para tokek yang tereliminasi
pun sudah banyak karena telah jatuh bangun lebih dari tiga kali. Tinggalah enam
tokek yang sudah berjuang menuju puncak. Anehnya penonton bukannya semakin
memotivasi, melainkan memberitahukan bahwa adalah tidak mungkin untuk mencapai puncak
yang demikian tinggi sementara badan tokek kecil. Suara penonton pun mulai
berubah. “sudahlah, tidak mungkin sampai, turun saja!” demikian sorak penonton.





Yang lain mengatakan, “jangan jangan gara-gara iming-iming
rumah kau korbankan sesuatu yang mungkin berguna untuk yang lain.”





Bahkan, tokek senior yang tidak ikut bermain malah
berkomentar, “ Zaman saya dulu saja tidak se-“ngotot” ini, yang penting jalan saja seperti rutin.”





Sementara itu para petinggi Negeri Binatang mulai ikut
bersuara, “Sudahlah tokek, sengaja kami buat perlombaan ini hanya untuk
senang-senang dan memang dirancang agak sulit. Jadi turunlah! Tidak mungkin
kamu bisa mencapai puncak!”.





Mendengar teriakan-teriakan yang demikian, beberapa tokek
mulai jatuh motivasinya, daya juang mereka semakin melorot, dan akhirnya mulai
tereliminasi satu demi satu. Melihat kondisi demikian, penonton semakin lantang
berteriak bahwa tidak mungkin ada tokek yang bisa mencapai puncak. Namun
demikian, perlombaan belum selesai. Dari lima
tokek yang sudah tereliminasi, tinggal satu tokek yang terus merangkak naik,
perlahan namun pasti. Melihat hal ini penonton kembali bersorak dan mencemooh
sang tokek, bahwa tidak mungkin mencapai puncak itu.





Bahkan seekor binatang yang kaya raya mengatakan, “ Hei
tokek turunlah!, kalau demi rumah kau berkorban untuk sesuatu yang tidak
mungkin, kau pakai rumahku dan turunlah, sebab semakin tinggi kau merangkak,
semakin besar pula resikomu untuk jatuh, dan itu sangat menyakitkan.





Namun, kata-kata si binatang kaya ini pun tidak digubris
oleh sang tokek. Mendekat tengah hari, semua penonton mulai terdiam. Mereka
melihat tokek dengan konstan merangkak dan akhirnya…mencapai puncak!





Gegap gempita dan sorak sorai penonton pun meledak melihat
sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Bahkan, rekan-rekan yang sudah
tereliminasi terlebih dahulu, ikut menangis terharu melihat rekannya yang bisa
mencapai puncak. Setelah diturunkan dengan tali khusus, beberapa penonton dan
petinggi Negeri Binatang berusaha mencari tahu apa yang menyebabkan sang tokek
bisa mencapai puncak dan meraih hadiah rumah yang layak. Betapa kagetnya
mereka, setelah diperiksa ternyata sang tokek pemenang itu ternyata tidak bisa
mendengar alias tuli bin budek.





Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai
pergaulan adalah seseorang lebih mudah dan menyenangkan menceritakan hal-hal
negatif tentang orang lain daripada yang positif. Coba amati! Orang lain jarang
yang senang dan gembira dengan tulus pada saat kita senang memperoleh sesuatu
yang menggembirakan. Inilah realitas hidup manusia. Bahkan, bagi beberapa
orang, ungkapan-ungkapan yang negatif yang diterimanya acapkali telah mematikan
motivasi dirinya untuk berkembang dengan baik dan optimal. Namun, bukankah
penonton berhak berkomentar atas pertandingan yang sedang berlangsung. Demikian
pula dengan perjuangan hidup manusia, semua orang punya hak untuk membicarakan
yang negatf atau positif tentang diri kita. Tinggal bagaimana respon setiap
orang dalam menanggapi setiap isu negatif yang menerpa dirinya.





Belajar dari sang tokek, adakalanya kita perlu “tuli” untuk
tidak mendengar segala pembicaraan negatif (gosip) yang justru menghambat laju
perkembangan kita di perusahaan, keluarga maupun masyarakat. “Tuli” bukan
berarti kita menjadi pura-pura tidak tahu akan isu yang berkembang. “Tuli”
berarti kita melakukan introspeksi diri terhadap isu yang berkembang, dan jika
tidak benar maka jadilah “tuli” yang benar.


Dalam arti kata, bahwa biarkan isu tersebut berkembang, ada
kalanya suatu saat kebenaran itu seperti terang yang bersinar pada waktunya,
bersabarlah. Namun, jika isu tersebut benar, maka sebagai manusia (bukan tokek)
dengan berbesar hati dan berusaha untuk memperbaikinya di kemudian hari. Tidak
perlu berlindung di balik punggung orang lin untuk menutupi kesalahan diri.
Jadilah “tuli” untuk hal-hal negatif yang tidak jelas asal-usulnya, serta
bukalah telinga selebar-lebarnya untuk orang lain dan untuk introspeksi diri.
Tetap baik kepada semua orang, sekalipun orang lain tidak baik kepada kita.
Promod Batra mengatakan, “Perlakukan
semua orang dengan sopan, bahkan mereka yang kasar kepada Anda. Camkanlah bahwa
Anda menunjukan sopan santun kepada orang lain bukan karena mereka orang
terhormat, tetapi karena Andalah yang bersikap demikian.”





(Parlindungan Marpaung – Setengah Isi Setengah Kosong)







Dikirim pada 08 Maret 2010 di Inspirasi




Fleksibel


Dibutuhkan guru yang tidak kaku,
luwes, dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka,
serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan
potensi masing-masing anak.





Optimistis


Keyakinan yang tinggi akan
kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik
melalui proses interaksi guru-murid yang fun
akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut.





Respek


Rasa hormat yang senantiasa
ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat
tidak sekadar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang
berbagai hal yang dipelajarinya.





Cekatan


Anak-anak berkarakter dinamis,
aktif, eksploratif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu di imbangi oleh Anda
sebagai pengajarnya sehingga Anda mampu bertindak sesuai kondisi yang ada.





Humoris


Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada Anda dan tidak mau belajar.
Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki
seorang pengajar. Karena pada umumnya, anak-anak suka sekali dengan proses
belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Secara tidak langsung,
hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka.





Inspiratif


Meskipun ada panduan kurikulum
yang mengharuskan peserta didik mengikutnya, guru harus dapat menemukan banyak
ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang
disampaikan gurunya.





Lembut


Dimanapun, guru yang bersikap
kasar, kaku, atau emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya,
dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Pengaruh
kesabaran, kelembutan, dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses
belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah
yang muncul.





Disiplin


Disiplin disini tidak hanya soal
ketepatan waktu, tapi mencakup bebagai hal lain. Sehingga, guru mampu menjadi
teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin.
Contoh, disiplin dalam waktu, menyimpan barang, belajar dan sebagainya. Dengan
demikian, akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya
hidup disiplin.





Responsif


Ciri guru yang profesional antara
lain cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik pada anak
didik, budaya, sosial, ilmu pengetahuan maupun teknologi, dll.





Empatik


Setiap anak mempunyai karakter
yang berbeda-beda, cara belajar dan proses
peneriamaan, serta pemahaman terhadap pelajaran pun berbeda-beda. Oleh karena itu, seorang guru dituntut
mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa
lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.





Nge-friend


Jangan membuat jarak yang lebar
dengan anak didik hanya karena posisi Anda sebagai guru. Jika kita dapat menjadi
teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan
guru-murid. Sehingga, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima
pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.





(kak Andi Yudha – kenapa guru harus
kreatif)




Dikirim pada 02 Maret 2010 di Pendidikan









-
Jika
mengeluarkan uang, sebagian uang yang keluar bisa kembali.


Ini
artinya, seorang yang bermental entrepreneur selalu menyisihkan sebagian
penghasilannya untuk investasi dalam bentuk usaha.


-
Jika mengerjakan
sesuatu, segera mencari penggantinya.


Seorang yang
membuka usaha warung makan, pada awalnya ikut mengelola urusan sehari-hari,
mulai belanja bahan, memasak, dan melayani. Banyak orang yang melakukan hal
tersebut terus-menerus tanpa mengusahakan supaya bisa diserahkan ke orang lain.
Akibatnya, usaha sangat tergantung pada sang pemilik. Apabila suatu saat
pemilik warung harus ke luar kota,
warung tutup. Seorang bermental entrepreneur selalu berusaha secepatnya bisa
mendelegasikan pekerjaan ke orang lain sehingga tidak mengalami seperti contoh pemilik wrung tersebut.





_Bambang Suharno - Panduan Lengkap
Meemulai dan Mengelola Bisnis dari Nol. hal 25.




Dikirim pada 02 Maret 2010 di Entrepreneur & Bisnis




Sahabat telah kita jalani
Liku-liku hidup ini
Suka duka jalani semua
Serahkan pada yang Kuasa

Ambil hikmah setiap kisah
Pelajaran pada tantangan
Untuk tegarkan kita jadi kekuatan

Mulai saat ini juga
Hati telah siap sedia
Penuh percaya diri arungi bersama

Syukur alhamdulillah
Segala puji ya Ilahi
Syukur alhamdulillah
Kekuatan Engkau beri

Syukur alhamdulillah
Semangat yang tiada henti
Syukur alhamdulillah
Keyakinan yang terpatri

Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}
(yes – efziel)






Dikirim pada 02 Maret 2010 di Lirik Nasyid









Kisah lain adalah dua gadis kecil
yang menjadi sahabat karib dan tinggal di kaki gunung di sebuah desa yang
terpencil. Kedua gadis kecil ini mempunyai kebiasaan menanam bunga-bunga tulip
di bawah kaki gunung. Kebiasaan ini telah dilakukan mereka selama
bertahun-tahun, hingga salah seorang dari mereka pindah ke kota yang jauh. Hubungan mereka tiba-tiba
putus dan terbang dibawa angin. Tiga puluh tahun kemudian, sang gadis kota teringat akan desa
masa kecilnya dan pulang menengok desanya. Ia melihat bahwa ada tempat yang
menarik di desa itu, yaitu hamparan bunga-bunga tulip yang tak terhingga
banyaknya. Dan betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa pemilik kebun itu
adalah teman lamanya. Kebun itu dipenuhi oleh lebih dari 30.000 bunga tulip
yang berwarna-warni. Ternyata selama 30 tahun, temannya berkomitmen untuk
menanam satu tangkai setiap harinya dan
inilah hasil dari jerih payahnya. Wanita kota
itu merenung dan berkata dalam dirinya, “ Apa yang akan akan saya capai jika
saya tekun mengerjakan tujuan hidup saya secara konsisten selama 30 tahun?”
Mengetahui apa yang ada di pikiran temannya, wanita desa itu tersenyum dan
berkata, ” Janganlah terlalu lama berpikir, lakukanlah sekarang apa yang
menjadi panggilan hatimu dan engkau akan tercengang melihat hasilnya nanti.”
Tepat, tidak ada gunanya untuk memikirkan apa yang belum Anda kerjakan selain
mengambil komitmen untuk mengambil tindakan hari ini juga. (darmadi darmawangsa-champion)




Dikirim pada 02 Maret 2010 di Motivasi






Don’t judge each day
by the harvest you reap, but by the seeds you plant.


(Robert Louis
Stevenson)


Pada suatu hari, seorang anak muda memutuskan untuk
menyerah… ia berhenti dari pekerjaanya, memutuskan hubungan dengan orang yang
dikasihinya, dan mulai memalingkan mukanya dari Tuhan. Ia bahkan berpikir untuk
mengakhiri hidupnya. Sambil berjalan ke dalam hutan yang rimbun untuk merenungi
nasibnya, ia mengeluh kepada Sang Pencipta. Ia berkata, “Tuhan dapatkah Engkau memberi satu
alasan kuat sebelum aku mengakhiri hidupku?” suara Tuhan menjawab, “Apakah engkau melihat sekeliling tanaman
dan pohon-pohon bambu itu?” “Ya,” jawab anak muda itu. Sang Pencipta
berkata, “Ketika Saya menanam benih
tanaman dan bambu, Saya sangat memprihatinkan mereka. Saya memerintahkan sang
surya untuk mnyinari dan awan untuk memberikan hujan yang cukup. Tanaman hijau
lainnya tumbuh dengan pesat memadati hutan namun tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu yang ditanam namun Saya tidak menyerah. Pada tahun kedua tanaman hijau
tetap timbuh dengan suburnya, namun sekali lagi benih bambu tidak bertumbuh.
Namun sekali lagi Saya tidak menyerah. Pada tahun ketiga dan keempat hal yang
sama terjadi, namun Saya tetap tidak berhenti. Namun suatu keajaiban muncul
pada tahun kelima, benih bambu mulai muncul dari permukaan tanah, jika
dibandingkan dengan tumbuhan hijau lainnya, pertumbuhan ini sangat kecil dan
tidak berarti. Tapi tunggu enam minggu kemudian, pohon bambu telah berdiri
tinggi menjulang lebih dari 30 meter. Ternyata lima tahun sang benih bambu
tumbuh ke bawah dengan memperkuat akarnya, untuk mempersiapkan suatu
pertumbuhan yang besar diperlukan akar yang kuat. Demikian juga dengan
kemalangan dan kegagalan yang kamu alami selama ini, hal tersebut bermaksud
mempersiapkan dirimu untuk bertumbuh. Sebagai Sang Pencipta, saya tidak akan
berhenti berkarya terhadap pohon bambu, apalagi terhadap kamu. Jangan
membandingkan dirimu dengan orang lain, masing-masing orang di dunia ini
berbeda tujuannya, waktunya akan tiba ketika kamu akan bertumbuh.”





Champion – Darmadi
Darmawangsa










Dikirim pada 02 Maret 2010 di Motivasi




Jangan biarkan ada
yang menahan Anda untuk mengeksplorasi mimpi besar,


harapan, dan aspirasi
anda.


Janganlah takut untuk
bermimpi besar


dan ikuti mimpi-mimpi Anda kemanapun Anda
diarahkannya.


Bukalah mata Anda
akan kecantikannya;


bukalah mata Anda akan kemustaahilannya;


bukalah hati anda
untuk setiap daya tarik sihirnya.


Beranilah bermimpi.


Apakah mimpi Anda
berwarna atau hitam putih,


apakah mimpi anda besar atau kecil,


mudah dicapai atau hampir
tidak masuk akal,


lihatlah akan mimpi-mimpi Anda,


dan wujudkanlah
mereka menjadi kenyataan.


Harapan tidaklah
berharga sampai Anda mengambil langkah pertama


untuk mewujudkannya
menjadi kenyataan!


Beranilah bermimpi,


karena hanya dengan
bermimpi, anda akan baru menemukan


siapa diri Anda, apa yang Anda inginkan, dan
apa yang mampu Anda kerjakan.


Jangan takut untuk
mengambil resiko,


untuk terlibat di
dalamnya dan berkomitmen.


Lakukan segala hal
untuk mewujudkan mimpi Anda


menjadi kenyataan.


Selalu percaya akan
keajaiban dan selalu yakin akan diri Anda.





_julie Anne Ford


(Champion. Darmadi Darmawangsa)




Dikirim pada 02 Maret 2010 di Motivasi
02 Mar






* Gender :


Male


* Industry :


Arts


* Location :


Majalengka, Jawa Barat, Indonesia


* Occupation :


Musisi Islami


* Hobbies and Inerest :


Making music


* Favourit music :


efziel, edcoustic, raihan, melly goeslaw, josh groban, tashiru, the fikr


* About me :


efziel..., groups nasyid asal Majalengka yang terdiri dari Irfan (voc.1), Idiq (voc.2), Rohman (voc.3), dan Aji (keyboard). Musik kami beraliran pop progressif dan Insya Allah lirik yang dibawakan syarat makna dan menjadi cita-cita kami dalam dakwah.


Nama efziel diambil dari dua suku kata ef=f=faith (yakin) dan ziel (semangat).


buat sahabat efziel, alhamdulillah efziel telah mengeluarkan mini album dengan judul :


1. Yes (yakin en semangat)


2. Seleb (sekarang esok lebih baik)


3. Senyuman





* Pengalaman konser


- Sambut ramadhan bersama Aa Gym di alun-alun Majalengka 2005


- Ngabuburit bareng Ust. Jefry Albukhari dan Opick tombo ati di SMP Islam Al Azhar Cirebon 2006


- Safari mudik indosat (santika hotel Cirebon, zamrud hotel Cirebon, Nuansa resto Cirebon, putrajaya hotel) 2005 -2008


- Marhaban ya ramadhan bersama Aa Gym di alun Maja Majalengka 2007


- Selamat datang ramadhan bersama Ust. Jefry Albukhari di alun Majalengka 2008


- Ngabuburit bersama di kampus STAIN Cirebon, UNTAG Cirebon, UNSWAGATI Cirebon, UNIKU Kuningan, UNMA Majalengka, STAI PUI Majalengka 2007-2008


- Konser amal persaudaraan peduli Palestina di SABUGA Bandung 2009


- Mengisi berbagai resepsi di dalam dan luar kota.








* personil :





1. Irfan Abdillah


ttl :


Majalengka, 19 juni


hobby :


Baca, making music, game


motto :


bersihkan hati raih prestasi


aktifitas :


Announcer Gama fm nasyid Majalengka







2. Idiq Sodiqin


ttl :


Majalengka, 15 juni


hobby :


Baca, denger musik, bikin lagu


motto :


progressif, kreatif & positif


Pendidikan :


S1 PAI STAI PUI Majalengka


aktifitas :


Announcer nasyid Stara fm Majalengka





3. Nurrohman


ttl :


Majalengka, 1 februari


hobby :


Olahraga, Maen gitar


motto :


jadikan hidup berkualitas


Pendidikan :


S1 FKIP olahraga UNMA majalengka


aktifitas :


Staf pengajar SDN Girimukti Majalengka





4. Aji Ahmad Fauzy


ttl :


Majalengka, 15 juni


hobby :


denger musik, adventure


motto :


hidup di dunia hanya sekali, hiduplah yang berarti


Pendidikan :


S1 FEKON UNMA Majalengka


aktifitas :


Mahasiswa





Sahabat-sahabat pecinta senandung Islami silahkan add facebook efziel di efziel nasyid atau email efzielnasyid@yahoo.co.id.









Dikirim pada 02 Maret 2010 di Nasyid

1. Pastikan diri anda betul-betul siap berusaha secara optimal untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baru ingatlah selalu bahwa kebiasaan baik akan menghasilkan sifat yang baik. Sifat yang baik akan membentuk karakter yang baik. Dan karakter yang baik akan mendatangkan nasib yang baik. Seorang yang sangat bijak pernah mengatakan bahwa masa depan yang baik sedang dipersiapkan ketika mengisi hari ini dengan kebiasaan-kebiasaan baik.



2. Tentukan kebiasaan-kebiasaan baik apa yang ingin anda miliki atau kembangkan. Uraikan kebiasaan itu secara khusus. Misalnya, kebiasaan berolahraga secara rutin tiga kali dalam seminggu lebih khusus dibandingkan dengan sekedar kebiasaan memelihara kebugaran tubuh. Kebiasaan belajar minimal dua jam setiap hari lebih khusus daripada belajar lebih rajin. Bersikap ramah lebih khusus daripada meningkatkan kemampuan bergaul, dsb.



3. Untuk tahap awal lakukan kebiasaan baru itu selama 21 hari. Menurut para ahli, suatu kebiasaan akan terbentuk menjadi pola yang tetap setelah dilakukan berturut-turut selama 21 hari. Kalau anda sudah melewati masa percobaan 21 hari dengan berhasil, berarti anda sudah menempuh lebih dari setengah perjalanan. Tapi kalau anda tidak berhasil melewati masa percobaan 21 hari pertama, ulangilah dari awal.



4. Bertahanlah untuk tidak menyerah bila anda tidak melihat perkembangan yang cukup memuaskan. Wajar sekali kalau anda mengharapkan hasil yang cepat dan signifikan dalam waktu singkat. Namun itu tidak pernah terjadi. Ketika anda mulai membentuk kebiasaan baru, anda akan menghadapi banyak perlawanan dari kebiasaan lama yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun. Misalnya, ketika anda mulai untuk membiasakan diri bersikap sabar, bisa jadi anda akan berhadapan dengan orang-orang yang merangsang kemarahan anda. Bila anda mulai membiasakan diri untuk menyimpan barang pada tempatnya, bisa jadi ada perasaan malas yang menghalangi anda melakukan kebiasaan baru itu.



5. Pantaulah perkembangan anda sesering mungkin. Untuk masa percobaan, mungkin perlu 3 hari sekali, atau seminggu sekali, kemudian diperpanjang menjadi sebulan sekali. Jangan malas untuk menilai perkembangan anda karena dari hasil penilaian anda akan tahu apa yang menyebabkan kegagalan dan langkah-langkah apa yang harus diambil untuk mencapai hasil yang lebih baik.



6. Gambarlah satu bintang untuk satu kebiasaan baru yang sudah melekat pada diri anda. Anda layak berbangga diri karena sudah berhasil mengendalikan diri melewati hambatan yang menghalangi kemajuan hidup anda. Anda telah membuktikan bahwa anda benar-benar seorang pribadi yang berpikiran jauh ke depan.



7. Tambahlah satu kebiasaan baru yang anda bentuk. Kalau anda sudah berhasil menepati janji kepada orang lain selama tiga bulan, dan anda sudah mendapatkan bintang untuk kebiasaan baru itu, carilah kebiasaan lain yang lebih menantang. Jangan mudah berpuas diri dengan beberapa kebiasaan baru yang positif, karena masih banyak sekali kebiasaan baik lainnya yang perlu dikembangkan.



8. Untuk menggairahkan perjuangan anda dan memotivasi anda untuk lebih maju, anda juga bisa bekerja sama dengan sahabat atau keluarga yang punya visi yang sama dengan anda. Anda bisa saling menilai kemajuan dengan lebih obyektif, bisa merayakannya bersama dan bisa maju bersama. Tapi hati-hati, jangan mencari partner yang tidak mempunyai kemauan anda dan bisa membuat anda kehilangan gairah untuk melanjutkan perjuangan anda.



9 Jangan berhenti berusaha jika anda mengalami kegagalan atau kemunduran. Wajar sekali bila ada hari-hari dimana anda tidak bisa mengendalikan diri dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan baru yang sedang anda bentuk. Jangan menghukum diri seakan-akan anda tidak mungkin berhasil. Jangan terlalu lama hanyut dalam perasaan kalah. Belajarlah seperti seorang prajurit berkuda di medan peperangan yang jatuh sesaat, tapi segera bangkit dan mulai bertempur lagi.



10. Belajarlah sebanyak mungkin dari sekolah kehidupan. Bacalah riwayat hidup orang-orang besar yang berhasil. Kalau mereka bisa, andapun pasti bisa meskipun mungkin dalam ukuran yang lebih kecil dari mereka.



Kartu Pintar - Visi Victory



Dikirim pada 02 Maret 2010 di Pengembangan Diri









Dalam sebuah bus umum terjadi percakapan, seorang ibu menyapa bapak berkacamata, yang ternyata beliau kawan lamanya yang baru berjumpa kembali setelah sekian lamanya berpisah waktu sekolah dahulu.


“pak Ali pa kabar?, wah pangling ya…”


“ah biasa aja, sama masih seperti dulu. Mungkin bedanya sekarang saya berkaca mata, beruban juga kurus lagi..he..”


“ah pak Ali bisa aja, bagaimana sekarang kegiatan setelah berkeluarga.pasti semakin sukses ya?


“masih kaya dulu mengkontrakkan rumah yang dipakai buat usaha rental komputer,juga ya namanya juga seorang bapak pasti lah mencari nafkah buat anak-anak.kalau ibu sendiri?”


“sama apalagi saya sebagai ibu rumah tangga ngurus anak, alhamdulillah bisa nyekolahin mereka. Keluarga bapak gmn kabarnya, pasti tambah maju ya?”


“baik, ah biasa aja malah semakin sini semakin rieut ruwet lagi…he..”


….





Sepenggal cerita tadi saya dapatkan ketika sama-sama dalam satu bus umum perjalanan ke Bandung. Dapat kita ambil pelajaran untuk kita bahwa perjalanan hidup yang kita alami sampai sekarang menyuguhkan suka-duka yang dirasa. Banyaknya perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu dan kita sadari ternyata pribadi kita tidak hanya fisik tapi juga kepribadian semuanya mengalami perubahan. Hanya orang-orang yang beruntunglah yang selalu menggunakan setiap kesempatan sebaik-baiknya. Mereka meyakini bahwa setiap hari harus berubah dan bergerak ke arah yang baik, dan kerugianlah bagi mereka bila melewatinya dengan sia-sia.





Ada satu pesan kembali kita gali dari sana, ketika seseorang memandang hidup secara optimis maka perjalanan hidupnya terarah sampai tujuan. Seorang bapak tadi terlalu mengecilkan semangat hidupnya, bahwa semakin sini hidupnya tidak semakin jernih malahan semakin ruwet dan rieut (pusing). Hati-hati lo…. Kalau sudah memvonis seperti itu kita malah terfokus pada kata ruwet rieutnya. Bukan fokus pada strategi apa yang dijalankan untuk mencari solusi terbaik bagi kelancaran hidup. Bersikaplah optimis dan berpositif thinking lah pada diri kita, lingkungan kita dan Tuhan kita.





“…inna ma’al ‘usri yusro…” kita yakin Allah bakal menolong kita dengan berbagai cara diluar kehendak kita. Saya jadi geli miris mendengar obrolan di atas.sebegitunya mereka memandang hidup terlalu sempit. Saya sangat sensitif bila menemui hal-hal yang berbau negatif baik itu perkataan, tulisan, dan gambar. Semoga kita berada di jalan yang benar. Dan memandang hidup yang indah ini dengan penuh keyakinan, positif dan optimis. Dan memang sesudah kesulitan pasti ada kemudahan ^_^.










Dikirim pada 01 Maret 2010 di Inspirasi
01 Mar









Hayu geura saradiya, meungpeung keur hirup di dunya


Amal keur sampeureun tea, di akhir moal sulaya





Geuning maot ngadodoho, boro sok di poho-poho


Datangna teu mere nyaho, ngageretek teu aya tempo





Taya beurang taya peuting, taya raja taya kuring


Dimana ajal tos sumping, teu meunang tempo anaking





Horeng nyawa reujeung badan, nu geus lila babarengan


Datang mangsa pipisahan, paturay tineung amitan





Lain meureun lain sugan, da ieu mah kanyataan


Kabeh pasti ngarandapan, geuning awal urang pisan





Kaget reuwas mata mencrang, renghap ranjag menggah bengong


Nafas ngangseg na genggerong, nu deukeut geus katembong





Horeng ieu teh sakarat, dicabut ku malaikat


Nyawa ngangseg mapay urat, teu aya daya keur lumpat





Ku renghap nu panganggeusan, pegat sakabeh hareupan


Ngabeungkang taya dayaan, rek kumaha panghareupan





Boro mah keur suka bungah, ngatur napsu seuri bungah


Beak tempo kudu pindah, nyampeurkeun ka alam barzah





Geus waktu ninggalkeun lembur, meunuju ka alam kubur


Meunang ngali geus di ukur, mahi keur awak sakujur





Rek naon anu dibawa, duit tawa sawah lega


Meunang ngumpul-ngumpul tea, belaan nipu pasea





Meunang tisusruk tidungdung, nu sok dipake adigung


Kana sholat matak liwung, waktuna zakat mah embung





Ibadah kateler-teler, nepi ka nyanghulu ngaler


Lapur badan eunggeus kemper, di tengah imah ngagoler





Ngajolopong diruruban, diriung ditarungguan


Lagadar datang pasaran, montong lila sosonoan





Nu ngariung nyingkir miris, nyaah ge bati ngaleungis


Geumpeur pacampur jeung waas, setan mah bati mupuas.




Dikirim pada 01 Maret 2010 di Inspirasi









Jam sembilan pagi proses wawancara dimulai. Padahal dua jam sebelumnya para peserta sudah berkumpul menunggu saat-saat menegangkan. Babak kedua inilah penentu keberhasilan peserta untuk menuju babak final dan berhasil menjadi keluarga pada sebuah perusahaan besar. Waw mereka sedikit lega karena proses babak pertama waktu di Cirebon dan Bandung sudah dilewati. Dan mereka patut bangga dari sekian ratus peserta tersaring 32 orang yang masuk babak ke dua ini.





Menegangkan,,, sebagian orang merasakan itu, apalagi kalau peserta pertama yang dipanggil. Ceritanya, satu persatu dipanggil untuk diwawancarai oleh tiga orang dari pihak perusahaan. Dalam satu ruangan yang cukup besar dan per orang memakan waktu kuarang lebih 15 menit. Ngapain ya..?. perasaan penasaran meliputi peserta yang menunggu panggilan. Apalagi nomor urut akhir seperti saya yang ke 30 bayangkan… lamaaaaaa… memang menunggu satu hal yang membuat bete bin jenuh seseorang. Tapi bagi saya kalau menunggu yang tidak pasti itu lebih bete lagi. Hanya sabar salah satu penolong kita saat itu.





Menurut pengalaman teman-teman yang sudah terpanggil, pertanyaan wawacara mudah sekali katanya. Kita hanya butuh percaya diri dan kejujuran. Saya berpikir ya namanya juga manusia biasa, penguji juga manusia biasa masa kita harus takut tidak bisa menyelesaikan semua pertanyaan wawancara. Malah pertanyaan wawancara cenderung ke masalah kehidupan pribadi, keluarga, pendidikan, pekerjaan, dll. Yang dibutuhkan dari kita untuk mereka yaitu pintar dalam menyampaikan informasi data kita. Cuma itu kok.. jangan takut! Allah besama kita, berharaplah hanya pada Allah bukan pada manusia.





Jam sudah menunjukan 11.00 waktunya break dulu untuk melaksanakan shalat jum’at dan kebetulan hari itu hari jum’at. Ternyata baru peserta yang ke 15…waduh masih lama sob.. kapan yang ke 30 nya.. he.. sabar… jam 13.00 dimulai kembali proses wawancara. Ada satu hal yang menarik saat menunggu.,timbulnya rasa lapar, keringetan, bete pasti, salah tingkah, mati gaya, melamun entah apa yang dipikirkan,,(katanya seh ingin nikah…ha,,ha,.) Ada lagi mengobrol sana-sini bagi yang sudah kenal sesama peserta, cari kenalan baru, tukeran nomor handphone dan seru pokoknya. Semua jadi satu perasaan saat itu...sssst.. ada yang mo naksir ngajak nikah, eit tunggu dulu sob kita lagi sama-sama berjuang, kecuali kalau kita sudah pasti diterima di perusahaan besar ini baru kita berani datang ke orang tuanya..ha,,ha… gengsi amat.





Alhamdulillah… ternyata mudah juga melewati proses wawancara. Sangat mudah! Tergantung kita berbaik sangka pada diri sendiri.. kalau yakin semua itu mudah pasti benar-benar mudah..waw dahsyat! Semua penguji terkagum mendengar pemaparanku, .. meskipun dengan sindiran bahwa saya suka ngeles,..”bisa-bisa aja si mas, kamu bukan tidak mendengar tapi pinter ngeles karena bapak orang jawa ya”.ha..ha.. memang kadang saya kurang memahami jelas kalau mendengar orang jawa bicara karena logat etau aksen bicara orang daerah jawa berbeda..maaf ya.. suasana wawancara jadi mencair tidak ada kekakuan sama sekali. Saya juga jadi tenang dan percaya diri waktu itu. Senangnya… beliau-beliau sangat tertarik ingin mengetahui cerita kehidupan saya.


Akhirnya dengan perasaan lega dan plong saya rasakan setelah melewati tantangan itu dengan penuh keyakinan dan optimis.. terimakasih Ya Rabb..^_^





Ada beberapa tips bagi sobat kalau sedang menunggu proses wawancara atau entah menunggu apaan yang lama waktunya:





Pelajari bahan yang ingin diwawancarakan.
Berbaurlah, berkomunikasilah dengan sesama peserta. Selain berkenalan dan ngobrol sana sini sampai ketawa itu lebih bagus lagi dan itu mengurangi ketegangan. Coba saja…^_^ dengan saling berkenalan makin banyak informasi yang didapat apalgi ada sebagian peserta sudah berpengalaman mengikuti tes seperti ini.
Kalau anda lapar, makanlah jangan sampai perut kosong. Malah dengan makan kita jadi fresh kembali, dan lebih siap diwawancarai. Itu pengalamanku sob!
Lakukan olahraga kecil selama menunggu. Pelemasan otot tangan, kaki, leher, badan, bahkan senam muka sangat perlu biar muka tidak kaku kaya tembok..ha.ha..
Minumlah sesuai kebutuhan waktu menunggu. Biasanya panitia menyediakan air minum, nah jangan begini..”ah daripada bengong ga ada kerjaan dan mati gaya mending minum”. Minum memang baik sob, tapi disaat genting seperti itu tidak usah banyak-banyak atau berlebihan lah, soalnya mendukung kita tegang dan cenderung kita sering ke belakang..(pengen buang air melulu…af1 ^_^)
Tetaplah berpikir positif dan yakin bahwa kita pasti bisa melewati semua tantangan. Jangan terpengaruh dari energi teman-teman yang negatif yang melemahkan daya juang kita, malah seharusnya kita jadi motivator buat diri sendiri dan orang lain.
Berharaplah pada yang Maha Kuasa semoga jalan kita dipermudah. Berdo’alah agar kita diberi ketenangan. Setelah berdo’a buat sendiri, do’akan juga teman-teman dan orang yang akan mewawancarai kita..ini bagus lo.. amal ibadah.. kan ketika kita mendo’akan kebaikan untuk orang lain, malaikat penuh cinta pun membantu mendo’akan buat kita.seraya berkata..”semoga engkau pun begitu”…amiin.. alhamdulillah.. ^_^



Ketika sedang proses wawancara :





Berjabat tangan lah. (akhwat ke ikhwan jangan ya.. ^_^)
Tampilkan diri kita penuh keyakinan dan percaya diri
Senyumlah. Dengan senyum ini menambah ketenangan jiwa, menunjukan pribadi yang menarik, dan suasana menjadi bersahabat antara yang mewawancarai dan kita yang diwawancara.
Jujurlah dan tampilkan diri kita apa adanya. Tapi yang positif ya dan diplomatis
Perhatikan volume suara jangan sampai lemah tapi jangan pula terlalu tinggi. Kalau suara lemah menandakan kita pribadi yang kurang percaya diri dan tidak menghargai diri sendiri. Kalau suara terlalu tinggi biasanya kita di cap orang yang sombong dan terkesan ingin menonjolkan diri. Jadi sedang-sedang saja dan berwibawa lah.
Ketika sedang memaparkan sesuatu, muka kita jangan sering menunduk atau melihat ke bawah, atas, kanan kiri, melakukan gerakan-gerakan tidak penting (seperti memainkan jari-jari tangan, membawa ballpoint dll). Lebih baik kalau muka kita lurus ke depan lihat mata orang yang mewawancarai kita. Kalau mereka lebih dari satu maka tataplah mata-mata mereka dengan penuh keyakinan kita. Hm… awas,,jangan kelamaan memandangnya sob!
Posisi duduk sangat mempengaruhi kenyamanan kita saat diwawancara. Jadi tegaplah dengan merasa nyaman dan mainkan tangan dengan penuh percaya diri. (kalau istilah sunda tangannya harus pepeta..he). tangan jangan diam saja bersandar pada paha, mainkan dong, tapi sesuai kebutuhan. Jangan nari jaipong ato nyinden.tar disangka aneh.ha..ha..
Ucapkan terima kasih dan jabatlah tangan kembali mereka serta ucapkan salam.



Semoga bermanfa’at. Maaf ya kalau ada yang kurang berkenan. Bagi sobat yang mau menambahkan dan melengkapi silahkan. Terima kasih. Salam ukhuwah




Dikirim pada 01 Maret 2010 di Inspirasi









Sadarilah bahwa kamu dilahirkan ke dalam dunia dengan potensi yang besar untuk menjadi seorang pemenang dalam hidup. Kamu punya seperangkat perlengkapan hidup yang sangat hebat berupa pikiran, kehendak bebas dan hati nurani. Pergunakanlah secara optimal.





Ingatlah selalu bahwa menjadi pemenang tidak berarti selalu menang, tapi tetap tenang ketika mengalami kegagalan dan tidak panik ketika mengalami kekalahan. Bagi seorang pemenang, kekalahan hanyalah sementara dan kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda.





Pemenang dalam hidup adalah pribadi yang berani menghadapi kehidupan, tidak gentar menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan, tidak bergantung pada situasi, dan tidak dikalahkan oleh hal-hal negatif





Jadikan orang lain sebagai motivator, guru dan cermin yang baik. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka. Jangan sombong kalau kamu lebih hebat dalam beberapa bidang dibandingkan dengan orang lain, dan jangan berkecil hati kalau kamu tidak segelimang mereka dalam bidang lainnya.





Beranilah mengambil risiko, karena banyak hal berharga dalam hidup ini yang harus diraih dengan keberanian. Kalau semua faktor sudah diperhitungkan, lakukanlah apapun yang dapat meningkatkan kualitas hidupmu.





Berpikirlah sebagai seorang pemenang. Pikiran adalah potensi dan kekuatanmu yang bisa membangun dan merusak hidupmu tergantung bagaimana kamu mengarahkannya. Arahkanlah selalu pikiranmu untuk memikirkan hal-hal yang mulia, yang benar, yang adil, yang penting dan yang membahagiakan.





Berkatalah sebagai seorang pemenang. Jadikan kata-kata positifmu sebagai alat untuk memperkat jiwamu, bukan untuk melemahkan. Lebih baik kamu berjkata “Aku akan segera sembuh” daripada “Aku sudah bosan berobat tapi tidak ada hasil”. Atau, “Kalau hari ini aku tidak beruntung, masih ada hari esok” lebih baik daripada “Aku memang sedang sial hari ini!”





Bersikaplah sebagai seorang pemenang. Seorang pemenang akan bersikap aktif dan tidak pasif, rajin dan tidak malas, ulet dan tidak mudah menyerah, jujur dan tidak bohong. Bila setiap hari kamu bertindak sebagai pemenang, kamu betul-betah melatih otot-otot jiwa menjdi otot seorang pemenang. Jangan biarkan jiwamu menjadi lemah sehingga kamu selalu mengalami kekalahan. Berusahalah terus untuk mengembangkan sifat-sifat seorang pemenang, seperti rendah hati, berani, berjiwa besar, tekun, dsb. Hindari sifat-sifat pengecut seperti menyalahkan orang lain, egois, iri hati, sombong, mencari perhatian, dsb.





Bertekunlah untuk meraih apa yang kamu inginkan. Jangan mudah kecewa dan putus asa ketika menghadapi hambatan. Jangan menyerah dalam keadaan apapun. Orang-orang besar sepanjang sejarah telah membuktikan bahwa banyak hal yang sulit dan tampak tidak mungkin didobrak oleh ketekunan.





Hargailah dirimu. Perhatikan sikap, ucapan dan penampilanmu. Hanya setelah kamu bisa menghargai diri sendiri, kamu akan bisa menghargai orang lain. Dan ketika kamu menghargai orang lain, mereka pun akan menghargaimu.





Berusahalah untuk mengendalikan dirimu. Jadilah pemenang atas diri sendiri, maka kamu akan lebih mudah menjadi pemenang dalam lingkup yang lebih luas. Sebagai contoh, jujurlah pada diri sendiri, kendalikanlah emosi, bersikaplah tenang, dan berdisiplinlah.





Beranilah mengalah untuk menang. Seorang pemenang tidak akan ngotot memenangkan perdebatan dan pertengkaran. Hanya orang berjiwa pengecut yang ingin memuaskan harga dirinya dengan kemenangan yang semu.





Beranilah untuk berubah. Hidup yang berkemenangan ditandai dengan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, lebih menyenangkan dan lebih berhasil. Jangan mengharapkan situasi atau orang lain yang akan mengubah hidupmu. Kamu sendiri yang bertanggung jawab memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidupmu.





Bergembiralah atas setiap kemenangan yang kamu raih. Ketika kamu berhasil melakukan apa yang sudah kamu rencanakan, ketika kamu berhasil mendisiplin diri, ketika kamu berhasil menyelesaikan konflik dengan baik, ketika kamu tidak lagi membohongi orang lain, dsb. Teruskanlah usahamu untuk menjadi pemenang dan nikmatilah banyak kejutan menyenangkan sepanjang hidupmu.










Dikirim pada 01 Maret 2010 di Motivasi









Kebesaran jiwa bukanlah warisan dan kekerdilan jiwa bukan malapetaka. Kita bisa belajar mengembangkan kebesaran jiwa kita dengan kemauan dan ketekunan.


Beranilah mengakui kesalahan yang anda perbuat. Hanya orang yang berjiwa kerdil yang suka menyembunyikan kesalahannya dan suka mencari kambing hitam.
Beranilah mengakui kesalahan, kelemahan dan keterbatasan anda. Semuanya itu tidak mencerminkan sikap yang rendah diri, tapi justru menunjukkan sikap yang sportif.
Belajarlah untuk memaafkan kesalahan orang lain. Hanya orang yang berjiwa besar yang bisa memaafkan, orang yang lemah cenderung mudah membenci dan menyimpan kesalahan orang lain.
Belajarlah untuk bersikap rendah hati. Hindari kebiasaan menyombongkan diri atas prestasi atau keunggulan apapun yang anda miliki. Kesombongan biasanya mencerminkan harga diri yang rendah dari orang yang berjiwa kecil. Tapi kerendahan hati menunjukan harga diri yang tinggi dari orang yang berjiwa besar.
Beranilah bertanggung jawab atas apapun yang anda katakan dan lakukan. Orang-orang yang berjiwa pengecut biasanya tidak berani bertanggung jawab, bahkan sering melemparkan tanggung jawab kepada aorang lain.
Tingkatkan terus rasa percaya diri anda. Hindari kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Mereka mungkin lebih hebat dan lebih berbobot, tapi itu bukan ukuran untuk meilai diri anda tidak berarti.
Berusahalah untuk tetap bersikap tenang dalam situasi dan kondisi yang buruk. Hindari mengambil keputusan penting ketika pikiran dan perasaan Anda sedang tidak menentu, apalagi dalam keadaan emosional.
Biasakanlah diri Anda untuk tidak takut mengambil risiko. Tempat yang aman dan kondisi yang nyaman bisa menciptakan status quo dan tidak baik bagi perkembangan jiwa Anda.
Beranilah untuk mengalami kegagalan, karena kegagalan memberikan banyak sekali pelajaran berharga. Orang-orang berjiwa besar biasanya dibesarkan oleh kegagalan, tapi sebaliknya, orang-orang berjiwa kerdil umumnya dilumpuhkan oleh kegagalan.
Bersikaplah optimis,pandanglah masa deapan dengan penuh harapan. Belajarlah melihat hambatan sebagai tantangan untuk ditaklukan, dan masalah sebagai kesempatan untuk memperkuat karalter.
Bersikaplah tegas dalam membela hak-hak Anda. Jangan takut pada penolakan dan jangan alergi pada perbedaan. Jangan berusaha untuk menyenangkan semua orang apalagi dengan mengorbanan harga diri Anda. Jangan merasa terganggu oleh sikap pro atau kontra selama Anda berdiri pada prinsip yang benar.
Belajarlah untuk melihat semua persoalan secara proporsional. Hindari kebiasaan membesar-besarkan msasalah kecil. Jangan biarkan diri Anda dipusingkan dengan urusan-urusan sepele. Don’t sweat the small stuff.
Belajarah menerima oreang laiun sebagaimana adanya. Jangan berusaha atau menuntut orang lain berubah sesuai harapan dan keinginan Anda. Namun tidak ada salahnya Anda memotivasi mereka untuk lebih berkembang.
Belajarlah untuk melihat kebaikan dan keistimewaan oran lain. Dengan begitu Anda tidak akan terlalu terganggu oleh kelemahannya.
Belajarlah untuk membuat orang lain merasa bangga dengan dirinya. Hanya orang yang berjiwa besar yang dapat membantu orang lain menjadi lebih percaya diri.
Belajarlah untuk bisa ikut bergembira atas keberhasilan orang lain. Rasa iri dan tidak suka atas sukses yang diraih orang lain mengungkapkan harga diri yang rendah.
Biasakanlah untuk menghargai pendapat dan keyakinan orang lain meskipun berbeda dengan pendapat dan keyakinan Anda. Picik sekali orang yang menganggap dirinya sudah memborong semua kebenaran.
Terimalah setiap kritik dengan lapang dada, buka dengan kemarahan dan penjelasan panjang lebar. Bagaimanapun bentuknya, sebetulnya kritik merupakan pemberian yang sangat berharga bagi perkembangan diri Anda.
Selesaikan setiap konflik dengan prinsip win-win solution, solusi menang-menang. Masalah terselesaikan tanpa ada pihak yang merasa dikalahkan oleh yang lain. Hanya orang yang berjiwa kecil yang selalu ingin menang sendiri.
Berpikirlah besar, bercita-citalah besar dan berharaplah yang terbaik. Bahkan ketika Anda menghadapi kenyataan yang sebaliknya, bertahanlah! Biarkan kebesaran jiwa Anda teruji dalam berbagai kesukaran.



(Kartu pintar – visi victory)




Dikirim pada 01 Maret 2010 di Pengembangan Diri









Kemampuan bicara di depan umum sudah menjadi keharusan bagi orang-orang yang ingin mengembangkan diri di bidang pendidikan, pekerjaan dan kegiatan sosial lainnya. Bekalilah diri Anda dengan pengetahuan yang memadai agar Anda bisa tampil sebagai pembicara yang menarik dan mempesona.





Persiapkan dan kuasai materi pembicaraan sebaik mungkin. Materi perlu dipersiapkan dengan matang agar sistematis, tidak bertele-tele, tidak menyimpang dan menarik minat orang untuk mendengarnya. Anda perlu menguasai materi sebaik mungkin agar Anda bisa menyampaikannya dengan penuh keyakinan. Anda pun akan siap untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi sanggahan pendengar Anda dengan baik.



Manfaatkan kekuatan imajinasi untuk membayangkan saat-saat Anda berdiri di hadapan orang banyak. Tidak jadi masalah kalau Anda merasa gugup dan tegang. Tapi jangan berhenti sampai disitu, bayangkan juga bagaimana pada akhirnya Anda dapat mengendalikan perasaan dan tampil dengan penuh percaya diri. Semakin sering Anda melakukanhal ni, semakin baik persiapan mental Anda.



Ketika Anda maju ke depan, mungkin saja Anda merasa gugup meskipun sudah berulangkali melakukannya. Jangan merasa cemas, karena ternyata banyak pembicara terkenal yang bertaraf nasional pun masih suka mengalami demam panggung, terutama pada menit-menit pertama. Biasanya setelah Anda mulai bicara, perasaan itu berangsur-angsur hilang. Konon Franklin D. Roosevelt mengatasi rasa gugup dengan membayangkan setiap orang yang duduk dihadapannya memakai kaos kaki berlubang.



Pusatkan pandangan Anda kepada para pendengar Anda. Bila mata Anda tidak tertuju pada mereka, mereka bisa menilai Anda sebagai pembicara yang tidak percaya diri, gugup dan malu-malu. Pembicara yang baik biasanya memandang beberapa saat ke satu arah sebelum beralih ke arah yang lain.



Perhatikanlah suara Anda. Anda perlu bicara dengan suara yang mantap dan melafalkan setiap kata dengan jelas. Anda juga perlu belajar untuk memperhatikan tekanan suara. Ada saatnya Anda bicara dengan nada rendah, ada saatnya Anda bicara dengan nada tinggi terutama bila hendak menekankan hal-hal yang penting. Selain itu sewaktu-waktu Anda bicara dengan tempo yang cepat, dan pada waktu yang lain dengan tempo yang lambat. Peranan suara sangat vital dan sangat mempengaruhi kualitas pembicaraan Anda. Materi yang baik dan sikap yang tepat perlu diimbangi dengan suara yang jelas dan enak didengar.



Usahakan agar pembicaraan Anda komunikatif. Sebaiknya Anda tidak menggunakan bahasa yang asing atau istilah-istilah yang tidak dikenal oleh sebagian pendengar Anda agar pesan yang Anda sampaikan dapat diterima dan dimengerti dengan mudah, banyak pembicara yang gagal karena ingin memberikan istilah-istilah yang hebat, padahal pendengarnya kebingungan.



Buatlah pembicaraan Anda semenarik mungkin. Berilah contoh yang mudah dimengerti, kisah nyata, ilustrasi dan humor yang sesuai dengan topik pembicaraan. Anda juga perlu bersikap kritis pada diri sendiri agar semua bumbu penyedap itu membuat pembicaraan jadi menarik, bukan sebaliknya malah kehilangan arah dan menyimpang dari topik pembicaraan.



Perlakukan pendengar-pendengar Anda dengan penuh rasa hormat. Bila Anda memancarkan sikap bersahabat, umumnya mereka akan memberikan respon yang bersahabat juga. Kurang arif kalau Anda mencoba mendongkrak harga diri Anda dengan menganggap mereka sebagai orang yang bodoh atau lebih rendah dari Anda. Sebaliknya, tidak perlu menganggap mereka sebagai orang-orang besar yang membuat Anda merasa kecil.



Sesuaikan gaya bicara Anda dengan situasi dan pendengar Anda. Bila Anda sedang bicara kepada sekelompok anak kecil, mungkin mereka tidak akan terganggu bila Anda bicara dengan gaya menggurui. Tapi bila Anda berhadapan dengan orang dewasa, Anda perlu memilih gaya bicara yang tepat dan menghindari cara-cara yang kurang simpatik.



Tingkatkan terus kemampuan Anda. Pelajarilah kelemahan dan kesalahan Anda dari kaset atau video rekaman penampilan Anda. Mintalah saran dan kritik dari orang-orang yang lebih berpengalaman, bacalah buku-buku dan perluaslah wawasan Anda.



Kartu pintar-visi victory




Dikirim pada 01 Maret 2010 di Pengembangan Diri









KEBIASAAN MENGUCAP SYUKUR. Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga untuk kesusahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar dibalik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Kelleer yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang terkenal dan dikagumi diseluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah “Aku bersyukur atas cacat yang kualami, karena melalui cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkah, kesehatan, keluarga, sahabat dan sebagainya. Lama-kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.



KEBIASAAN BERPIKIR POSITIF. Hidup kita dibentuk oleh apa yang sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikir positif, kita cenderung menjadi pribadi yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah pada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan, dan sukacita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera kearah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.



KEBIASAAN BEREMPATI. Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginan orang lain dan menangkap motif yang tersembuyi dibalik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti oleh orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dsb.



KEBIASAAN MENDAHULUKAN YANG PENTING. Pikirkan apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah! Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak penting untuk dilakukan, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu untuk dipikirkan, mana yang perlu segera dikerjakan dan mana yang bisa ditunda. Waspadalah ketika Anda melakukan kebiasaan yang merusak, ketika melakukan yang sia-sia, ketika melakukan hal-hal yang tidak berguna. Kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.



KEBIASAAN BERTINDAK. Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah berikutnya adalah bertindak. Biasakanlah diri Anda untuk bertindak, hargailah waktu, jangan menunda apa yang bisa Anda lakukan sekarang, raihlah apa yang Anda inginkan, lawanlah perasaan malas dan pasif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tidak mau melangkah.



KEBIASAAN MENABUR BENIH. Prinsip tabur-tuai ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda menuai apa yang Anda tabur. Bayangkan, betapa kayanya hidup Anda bila selalu menabur benih kebaikan. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.



KEBIASAAN HIDUP JUJUR. Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh. Bila tidak jujur, Anda sedang merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada orang lain, tapi juga kepada diri sendiri. Bila selama ini Anda selalu bersembunyi di balik alasan, mulailah katakan kebenaran, meskipun mengandung risiko. Bila Anda hobi berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.



Kartu pintar – visi victory




Dikirim pada 01 Maret 2010 di Pengembangan Diri


connect with ABATASA