0

(episode kedua)



Sudah hampir tiga minggu si ikhwan menunggu kabar baik dari hasil memberikan biodata taaruf nya. SI Ikhwan berusaha sabar dan senantiasa bersyukur Allah masih bisa memberikan kesempatan menunggu anugerah indah baginya, semoga....amiiin ya Rabb.

Sms temannya mengingatkan :..."ishbir ya kang, bakal dikasih tau kalau udah ada kabar. Kita belajar tsiqoh...".

"insyaallah ukht, ane berusaha seperti itu, namun begitu dahsyatnya godaan demi godaan pada hati untuk goyah, intinya banyak si penggoda jiwa ukht".. balas si ikhwan.

temannya menambahkan : "memang benar apa yang ada dalam Al Qur’an bahwa, tidak akan dikatakan orang beriman jika belum diuji. tak akan dikatakan mantap menikah jika belum digoda..haha...".

"ok siiip, syukron ukht...." balas si ikhwan mengakhiri pembicaraan dengan senyuman.

Selama proses menunggu kabar yang lumayan butuh kesabaran ini si ikhwan berusaha lurus dan mengelola hati. Allah benar-benar sayang padanya ketika itu. Sayang manakala kita menerima ujian yang indah ini tiada lain untuk kita belajar lebih baik lagi apalagi ini yang menyangkut hati yang harus dijaga. Inilah jihad hati ketika hati harus tetap kebal dari penyakit-penyakitnya. Diantara nya adalah penyakit sang penggoda jiwa dari dalam yang fokusnya agar semangat ibadah kita kendor dan jatuh. Ada juga penggoda-penggoda jiwa yang datang dari luar seperti halnya dari lawan jenis yang memang lihai juga dalam merusak hati kita yang berusaha lurus ini.

.."A’udzubikalimaatillahittammaati min syarri maa kholaq.."...Kami mohon kekuatan dan perlindunganmu ya Rabb...



Beberapa saat kemudian sms temannya kembali ia terima :

"Saat Allah menjawab doamu, ia meminta imanmu.

Saat Allah belum menjawab doamu, ia meminta kesabaranmu.

dan Saat Allah menjawab tapi bukan doamu,

Dia memilih yang terbaik untukmu".




Dikirim pada 03 Februari 2011 di Ta’aruf

(Episode pertama)



..."kang, untuk proposal insyaallah ana bantu, nanti kalo sudah ada perkembangan dikabari.tapi antum harus senantiasa menjaga hati, niat dan keikhlasan untuk menerima yang terbaik yang Allah berikan.."

Sms temannya memberikan lampu kuning pada si ikhwan yang berniat akan taaruf pada seorang akhwat. Si ikhwan merasa dag dig dug juga ketika pengalaman seperti ini dia rasakan begitu hebatnya dan penuh dengan tantangan. Tapi percayalah, si ikhwan itu sudah berniat untuk serius menjalani sebuah hubungan diatas ridha Allah.

Dia percayakan pada temannya yang dia anggap bisa diandalkan dan sudah mengenalnya dengan baik. kebetulan dia mengenal si akwat itu dan mengetahui kriteria yang pas buat si ikhwan teman dekatnya itu...ceritanya teman baiknya itu sebagai perantaranya...

Tapi sejujurnya memang si ikhwan benar-benar tidak mengetahui sosok akhwat yang akan dikenalkannya itu. Untuk itu tahap awal yang dilakukan si ikhwan yaitu bikin biodata taaruf dulu kemudian diserahkan ke pihak akhwat. Biar keren si ikhwan bikin biodatanya memakai kepingan cd jadi tidak bebrbentuk kertas lagi.

Empat hari setelah sms temannya memberikan lampu kuning, si ikhwan langsung menyerahkan biodatanya itu. Bismillahi tawakkaltu Alallah....Di menyerahkan segala urusannya itu kpada Allah dan karena Allah pula dia melaksanakan bagian dari ibadah tersebut.

Sms temannya kembali dia buka :

"..tetap luruskan niat ya..Siapapun akhwat yang ditawarkan nanti, itu hanya pilihan. Keputusan tetap di tangan antum. Dan kita cuma memfasilitasi, adapun ketidakcocokan yang terjadi nantinya itu dikembalikan lagi pada masing-masing calon. Siap?..."

"...siap !...Bismillah..." balas si ikhwan.






Dikirim pada 31 Januari 2011 di Ta’aruf
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA