0



Bismillah....

Terimakasih ya Rabb, Engkau masih memberikan nikmat luar biasa pada hamba-hambaMu. Semoga kami senantiasa istiqomah bersyukur PadaMu ya Rabb...

Ujian yang sekarang Engkau berikan ini membuat hamba belajar banyak arti dari kesabaran dan keikhlasan. Ujian ini secara fisik tidak kelihatan oleh mata tapi mata hatilah yang bisa merasakannya. Mungkin inilah bagian dari jihad hati yang keras melawan musuh-musuh penghancur kebaikan di hati.

Engkau begitu menyayangiku Ya Rabb, sampai saat ini hamba diberi kesempatan untuk membangun kemantapan hati untuk meraih ridhoMu. Demi ibadah karenaMu, hamba berusaha meluruskan niat dan terus mengelola hati.

Meskipun godaan di jalan ini terus membludak tapi hati ini berusaha lurus....kuat.....Lindungi hamba Ya Rabb. Untuk meraih Ibadah yg suci itu....dan hamba yakin semua akan indah pada waktunya.


Dikirim pada 31 Januari 2011 di Muhasabah


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}



Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,
Ingatlah saat-saat bagaimana daku megajarimu,
membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang
terus menerus ucapan yang membosankan mu,
Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku.
Dimasa kecilmu, daku harus mengulang dan mengulang terus
sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,
hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatkah dimasa kecilmu,
bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertwaiku.
Renungilah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab
setiap “mengapa” yang engkau ajukan saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki
Untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembicaraan bukanlah hal yang penting bagiku,
asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku,
aku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua,
Janganlah bersedih.
Maklumilah diriku, dukunglah daku,
bagaikan daku terhadapmu
disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan.

Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu.
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

.::renungan untuk meningkatkan bakti kita pada orang tua




Dikirim pada 06 April 2010 di Muhasabah
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA