0


Proses perubahan kadangkala terasa pahit tapi berbuah manis. Perubahan ke arah kebaikan memerlukan proses ketekunan dan kesabaran disertai optimis. Ketika dalam prosesnya pun seringkali kita mendapat kecaman, godaan, celaan, kebencian dan hal lain yang dapat mengganggu jalannya perubahan tersebut. Entah itu datang dari dalam diri sendiri juga teman kita, keluarga dan lingkungan masyarakat kita.
Tetaplah pada tujuan kita dan fokuslah pada apa yang menjadi keyakinan kita untuk berubah menjadi lebih baik. Ketika kita sudah niat dan benar-benar ingin ada perubahan insyaallah Sang Khaliq pun akan membantu kita dalam prosesnya. Allah pun tidak akan merubah nasib seseorang sebelum ia mau merubah diri sendiri dahulu.
Perjalanan hidup kita di dunia bukan untuk menjadi hebat dari orang lain, melainkan menjadi diri kita yang unggul dari diri kita yang kemarin. so, jangan pusing memikirkan kelebihan orang lain, karena ada yang lebih penting lagi yaitu tentang kemajuan diri sendiri. apakah kita sudah lebih baik sekarang ini dari diri kita yang kemarin?

Dikirim pada 11 Juli 2010 di Nasihat Diri


Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

Kemenangan

Kau seorang yang biasa membual,
bahwa sesuatu yang besar akan kau capai pada suatu saat nanti.
Sebenarnya kau hanya mau pamer,
betapa luas pengetahuanmu dan betapa jauh yang akan kau tempuh.
Setahun sudah kita lewatkan,
gagasan baru apa yang muncul di benakmu?
Berapa banyak peristiwa bernilai yang sudah kau lakukan?

12 bulan penuh di tanganmu.
Apa yang sedang kau perbuat untuk meraih peluang-peluang baru?
Di daftar nama orang-orang berhasil,
namamu tidak tercantum. jelaskan, kenapa?

Bukan peluang yang kau tidak punya.
Seperti biasa……kau tidak berbuat apa-apa.
(Herbert Kauffman)

Dikirim pada 21 Maret 2010 di Nasihat Diri



Ambillah waktu untuk berpikir

Itu adalah sumber kekuatan



Ambillah waktu untuk bermain

Itu rahasia dari masa muda yang abadi



Ambillah waktu untuk membaca

Itu adalah sumber kebijaksanaan



Ambllah waktu untuk berdoa

Itu adalah kekuatan terbesar di bumi



Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai

Itu adalah hak istimewa yang diberikan Sang Pencipta



Ambillah waktu untuk bersahabat

Itu adalah jalan
menuju kebahagiaan



Ambillah waktu untuk tertawa

Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa



Ambillah waktu untuk memberi

Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri
sendiri



Ambillah waktu untuk bekerja

Itu adalah nilai keberhasilan



Ambillah waktu untuk beriman

Itu adalah kunci menuju surga.



(fulfilling life – Parlindungan Marpaung)






Dikirim pada 12 Maret 2010 di Nasihat Diri
09 Mar







Umat Nabi dicawiskeun,
ka surga tujuh golongan

Ka hiji jalma nu anom,
getol tobat ka pangeran



Ka dua jalma berehan,
sodaqoh teu ditembongkeun

Tilu ngucurkeun
cipanon, dosa alit ditobatan



Opat tukang
berjamaah, sanajan loba kasusah

Leungit harta henteu
susah, najan tinggal berjamaah



Ka limana
jalma-jalma, ngariung sareng ulama

Ngadangukeun pituturna,
sangkan bagja akheratna



Genep surga
dicawiskeun, ka jalma nu ngadawamkeun

Siang wengi
diamalkeun, sholat sunnah didawamkeun



Tujuh surga
dicawiskeun, ka jalma nu tara jinah

Najan geulis nu
ngagoda, ngarah sieun ku Pangeran.


Dikirim pada 09 Maret 2010 di Nasihat Diri
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA