0



Fleksibel

Dibutuhkan guru yang tidak kaku,
luwes, dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka,
serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan
potensi masing-masing anak.



Optimistis

Keyakinan yang tinggi akan
kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik
melalui proses interaksi guru-murid yang fun
akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut.



Respek

Rasa hormat yang senantiasa
ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat
tidak sekadar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang
berbagai hal yang dipelajarinya.



Cekatan

Anak-anak berkarakter dinamis,
aktif, eksploratif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu di imbangi oleh Anda
sebagai pengajarnya sehingga Anda mampu bertindak sesuai kondisi yang ada.



Humoris

Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada Anda dan tidak mau belajar.
Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki
seorang pengajar. Karena pada umumnya, anak-anak suka sekali dengan proses
belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Secara tidak langsung,
hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka.



Inspiratif

Meskipun ada panduan kurikulum
yang mengharuskan peserta didik mengikutnya, guru harus dapat menemukan banyak
ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang
disampaikan gurunya.



Lembut

Dimanapun, guru yang bersikap
kasar, kaku, atau emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya,
dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Pengaruh
kesabaran, kelembutan, dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses
belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah
yang muncul.



Disiplin

Disiplin disini tidak hanya soal
ketepatan waktu, tapi mencakup bebagai hal lain. Sehingga, guru mampu menjadi
teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin.
Contoh, disiplin dalam waktu, menyimpan barang, belajar dan sebagainya. Dengan
demikian, akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya
hidup disiplin.



Responsif

Ciri guru yang profesional antara
lain cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik pada anak
didik, budaya, sosial, ilmu pengetahuan maupun teknologi, dll.



Empatik

Setiap anak mempunyai karakter
yang berbeda-beda, cara belajar dan proses
peneriamaan, serta pemahaman terhadap pelajaran pun berbeda-beda. Oleh karena itu, seorang guru dituntut
mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa
lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.



Nge-friend

Jangan membuat jarak yang lebar
dengan anak didik hanya karena posisi Anda sebagai guru. Jika kita dapat menjadi
teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan
guru-murid. Sehingga, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima
pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.



(kak Andi Yudha – kenapa guru harus
kreatif)


Dikirim pada 02 Maret 2010 di Pendidikan
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA