0







Kisah lain adalah dua gadis kecil
yang menjadi sahabat karib dan tinggal di kaki gunung di sebuah desa yang
terpencil. Kedua gadis kecil ini mempunyai kebiasaan menanam bunga-bunga tulip
di bawah kaki gunung. Kebiasaan ini telah dilakukan mereka selama
bertahun-tahun, hingga salah seorang dari mereka pindah ke kota yang jauh. Hubungan mereka tiba-tiba
putus dan terbang dibawa angin. Tiga puluh tahun kemudian, sang gadis kota teringat akan desa
masa kecilnya dan pulang menengok desanya. Ia melihat bahwa ada tempat yang
menarik di desa itu, yaitu hamparan bunga-bunga tulip yang tak terhingga
banyaknya. Dan betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa pemilik kebun itu
adalah teman lamanya. Kebun itu dipenuhi oleh lebih dari 30.000 bunga tulip
yang berwarna-warni. Ternyata selama 30 tahun, temannya berkomitmen untuk
menanam satu tangkai setiap harinya dan
inilah hasil dari jerih payahnya. Wanita kota
itu merenung dan berkata dalam dirinya, “ Apa yang akan akan saya capai jika
saya tekun mengerjakan tujuan hidup saya secara konsisten selama 30 tahun?”
Mengetahui apa yang ada di pikiran temannya, wanita desa itu tersenyum dan
berkata, ” Janganlah terlalu lama berpikir, lakukanlah sekarang apa yang
menjadi panggilan hatimu dan engkau akan tercengang melihat hasilnya nanti.”
Tepat, tidak ada gunanya untuk memikirkan apa yang belum Anda kerjakan selain
mengambil komitmen untuk mengambil tindakan hari ini juga. (darmadi darmawangsa-champion)


Dikirim pada 02 Maret 2010 di Motivasi





Don’t judge each day
by the harvest you reap, but by the seeds you plant.

(Robert Louis
Stevenson)

Pada suatu hari, seorang anak muda memutuskan untuk
menyerah… ia berhenti dari pekerjaanya, memutuskan hubungan dengan orang yang
dikasihinya, dan mulai memalingkan mukanya dari Tuhan. Ia bahkan berpikir untuk
mengakhiri hidupnya. Sambil berjalan ke dalam hutan yang rimbun untuk merenungi
nasibnya, ia mengeluh kepada Sang Pencipta. Ia berkata, “Tuhan dapatkah Engkau memberi satu
alasan kuat sebelum aku mengakhiri hidupku?” suara Tuhan menjawab, “Apakah engkau melihat sekeliling tanaman
dan pohon-pohon bambu itu?” “Ya,” jawab anak muda itu. Sang Pencipta
berkata, “Ketika Saya menanam benih
tanaman dan bambu, Saya sangat memprihatinkan mereka. Saya memerintahkan sang
surya untuk mnyinari dan awan untuk memberikan hujan yang cukup. Tanaman hijau
lainnya tumbuh dengan pesat memadati hutan namun tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu yang ditanam namun Saya tidak menyerah. Pada tahun kedua tanaman hijau
tetap timbuh dengan suburnya, namun sekali lagi benih bambu tidak bertumbuh.
Namun sekali lagi Saya tidak menyerah. Pada tahun ketiga dan keempat hal yang
sama terjadi, namun Saya tetap tidak berhenti. Namun suatu keajaiban muncul
pada tahun kelima, benih bambu mulai muncul dari permukaan tanah, jika
dibandingkan dengan tumbuhan hijau lainnya, pertumbuhan ini sangat kecil dan
tidak berarti. Tapi tunggu enam minggu kemudian, pohon bambu telah berdiri
tinggi menjulang lebih dari 30 meter. Ternyata lima tahun sang benih bambu
tumbuh ke bawah dengan memperkuat akarnya, untuk mempersiapkan suatu
pertumbuhan yang besar diperlukan akar yang kuat. Demikian juga dengan
kemalangan dan kegagalan yang kamu alami selama ini, hal tersebut bermaksud
mempersiapkan dirimu untuk bertumbuh. Sebagai Sang Pencipta, saya tidak akan
berhenti berkarya terhadap pohon bambu, apalagi terhadap kamu. Jangan
membandingkan dirimu dengan orang lain, masing-masing orang di dunia ini
berbeda tujuannya, waktunya akan tiba ketika kamu akan bertumbuh.”



Champion – Darmadi
Darmawangsa






Dikirim pada 02 Maret 2010 di Motivasi



Jangan biarkan ada
yang menahan Anda untuk mengeksplorasi mimpi besar,

harapan, dan aspirasi
anda.

Janganlah takut untuk
bermimpi besar

dan ikuti mimpi-mimpi Anda kemanapun Anda
diarahkannya.

Bukalah mata Anda
akan kecantikannya;

bukalah mata Anda akan kemustaahilannya;

bukalah hati anda
untuk setiap daya tarik sihirnya.

Beranilah bermimpi.

Apakah mimpi Anda
berwarna atau hitam putih,

apakah mimpi anda besar atau kecil,

mudah dicapai atau hampir
tidak masuk akal,

lihatlah akan mimpi-mimpi Anda,

dan wujudkanlah
mereka menjadi kenyataan.

Harapan tidaklah
berharga sampai Anda mengambil langkah pertama

untuk mewujudkannya
menjadi kenyataan!

Beranilah bermimpi,

karena hanya dengan
bermimpi, anda akan baru menemukan

siapa diri Anda, apa yang Anda inginkan, dan
apa yang mampu Anda kerjakan.

Jangan takut untuk
mengambil resiko,

untuk terlibat di
dalamnya dan berkomitmen.

Lakukan segala hal
untuk mewujudkan mimpi Anda

menjadi kenyataan.

Selalu percaya akan
keajaiban dan selalu yakin akan diri Anda.



_julie Anne Ford

(Champion. Darmadi Darmawangsa)


Dikirim pada 02 Maret 2010 di Motivasi







Sadarilah bahwa kamu dilahirkan ke dalam dunia dengan potensi yang besar untuk menjadi seorang pemenang dalam hidup. Kamu punya seperangkat perlengkapan hidup yang sangat hebat berupa pikiran, kehendak bebas dan hati nurani. Pergunakanlah secara optimal.



Ingatlah selalu bahwa menjadi pemenang tidak berarti selalu menang, tapi tetap tenang ketika mengalami kegagalan dan tidak panik ketika mengalami kekalahan. Bagi seorang pemenang, kekalahan hanyalah sementara dan kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda.



Pemenang dalam hidup adalah pribadi yang berani menghadapi kehidupan, tidak gentar menghadapi tantangan, tidak takut menghadapi kesulitan, tidak bergantung pada situasi, dan tidak dikalahkan oleh hal-hal negatif



Jadikan orang lain sebagai motivator, guru dan cermin yang baik. Belajarlah dari keberhasilan dan kegagalan mereka. Jangan sombong kalau kamu lebih hebat dalam beberapa bidang dibandingkan dengan orang lain, dan jangan berkecil hati kalau kamu tidak segelimang mereka dalam bidang lainnya.



Beranilah mengambil risiko, karena banyak hal berharga dalam hidup ini yang harus diraih dengan keberanian. Kalau semua faktor sudah diperhitungkan, lakukanlah apapun yang dapat meningkatkan kualitas hidupmu.



Berpikirlah sebagai seorang pemenang. Pikiran adalah potensi dan kekuatanmu yang bisa membangun dan merusak hidupmu tergantung bagaimana kamu mengarahkannya. Arahkanlah selalu pikiranmu untuk memikirkan hal-hal yang mulia, yang benar, yang adil, yang penting dan yang membahagiakan.



Berkatalah sebagai seorang pemenang. Jadikan kata-kata positifmu sebagai alat untuk memperkat jiwamu, bukan untuk melemahkan. Lebih baik kamu berjkata “Aku akan segera sembuh” daripada “Aku sudah bosan berobat tapi tidak ada hasil”. Atau, “Kalau hari ini aku tidak beruntung, masih ada hari esok” lebih baik daripada “Aku memang sedang sial hari ini!”



Bersikaplah sebagai seorang pemenang. Seorang pemenang akan bersikap aktif dan tidak pasif, rajin dan tidak malas, ulet dan tidak mudah menyerah, jujur dan tidak bohong. Bila setiap hari kamu bertindak sebagai pemenang, kamu betul-betah melatih otot-otot jiwa menjdi otot seorang pemenang. Jangan biarkan jiwamu menjadi lemah sehingga kamu selalu mengalami kekalahan. Berusahalah terus untuk mengembangkan sifat-sifat seorang pemenang, seperti rendah hati, berani, berjiwa besar, tekun, dsb. Hindari sifat-sifat pengecut seperti menyalahkan orang lain, egois, iri hati, sombong, mencari perhatian, dsb.



Bertekunlah untuk meraih apa yang kamu inginkan. Jangan mudah kecewa dan putus asa ketika menghadapi hambatan. Jangan menyerah dalam keadaan apapun. Orang-orang besar sepanjang sejarah telah membuktikan bahwa banyak hal yang sulit dan tampak tidak mungkin didobrak oleh ketekunan.



Hargailah dirimu. Perhatikan sikap, ucapan dan penampilanmu. Hanya setelah kamu bisa menghargai diri sendiri, kamu akan bisa menghargai orang lain. Dan ketika kamu menghargai orang lain, mereka pun akan menghargaimu.



Berusahalah untuk mengendalikan dirimu. Jadilah pemenang atas diri sendiri, maka kamu akan lebih mudah menjadi pemenang dalam lingkup yang lebih luas. Sebagai contoh, jujurlah pada diri sendiri, kendalikanlah emosi, bersikaplah tenang, dan berdisiplinlah.



Beranilah mengalah untuk menang. Seorang pemenang tidak akan ngotot memenangkan perdebatan dan pertengkaran. Hanya orang berjiwa pengecut yang ingin memuaskan harga dirinya dengan kemenangan yang semu.



Beranilah untuk berubah. Hidup yang berkemenangan ditandai dengan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik, lebih menyenangkan dan lebih berhasil. Jangan mengharapkan situasi atau orang lain yang akan mengubah hidupmu. Kamu sendiri yang bertanggung jawab memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidupmu.



Bergembiralah atas setiap kemenangan yang kamu raih. Ketika kamu berhasil melakukan apa yang sudah kamu rencanakan, ketika kamu berhasil mendisiplin diri, ketika kamu berhasil menyelesaikan konflik dengan baik, ketika kamu tidak lagi membohongi orang lain, dsb. Teruskanlah usahamu untuk menjadi pemenang dan nikmatilah banyak kejutan menyenangkan sepanjang hidupmu.






Dikirim pada 01 Maret 2010 di Motivasi
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA