0

1. Pastikan diri anda betul-betul siap berusaha secara optimal untuk membentuk kebiasaan-kebiasaan baru ingatlah selalu bahwa kebiasaan baik akan menghasilkan sifat yang baik. Sifat yang baik akan membentuk karakter yang baik. Dan karakter yang baik akan mendatangkan nasib yang baik. Seorang yang sangat bijak pernah mengatakan bahwa masa depan yang baik sedang dipersiapkan ketika mengisi hari ini dengan kebiasaan-kebiasaan baik.



2. Tentukan kebiasaan-kebiasaan baik apa yang ingin anda miliki atau kembangkan. Uraikan kebiasaan itu secara khusus. Misalnya, kebiasaan berolahraga secara rutin tiga kali dalam seminggu lebih khusus dibandingkan dengan sekedar kebiasaan memelihara kebugaran tubuh. Kebiasaan belajar minimal dua jam setiap hari lebih khusus daripada belajar lebih rajin. Bersikap ramah lebih khusus daripada meningkatkan kemampuan bergaul, dsb.



3. Untuk tahap awal lakukan kebiasaan baru itu selama 21 hari. Menurut para ahli, suatu kebiasaan akan terbentuk menjadi pola yang tetap setelah dilakukan berturut-turut selama 21 hari. Kalau anda sudah melewati masa percobaan 21 hari dengan berhasil, berarti anda sudah menempuh lebih dari setengah perjalanan. Tapi kalau anda tidak berhasil melewati masa percobaan 21 hari pertama, ulangilah dari awal.



4. Bertahanlah untuk tidak menyerah bila anda tidak melihat perkembangan yang cukup memuaskan. Wajar sekali kalau anda mengharapkan hasil yang cepat dan signifikan dalam waktu singkat. Namun itu tidak pernah terjadi. Ketika anda mulai membentuk kebiasaan baru, anda akan menghadapi banyak perlawanan dari kebiasaan lama yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun. Misalnya, ketika anda mulai untuk membiasakan diri bersikap sabar, bisa jadi anda akan berhadapan dengan orang-orang yang merangsang kemarahan anda. Bila anda mulai membiasakan diri untuk menyimpan barang pada tempatnya, bisa jadi ada perasaan malas yang menghalangi anda melakukan kebiasaan baru itu.



5. Pantaulah perkembangan anda sesering mungkin. Untuk masa percobaan, mungkin perlu 3 hari sekali, atau seminggu sekali, kemudian diperpanjang menjadi sebulan sekali. Jangan malas untuk menilai perkembangan anda karena dari hasil penilaian anda akan tahu apa yang menyebabkan kegagalan dan langkah-langkah apa yang harus diambil untuk mencapai hasil yang lebih baik.



6. Gambarlah satu bintang untuk satu kebiasaan baru yang sudah melekat pada diri anda. Anda layak berbangga diri karena sudah berhasil mengendalikan diri melewati hambatan yang menghalangi kemajuan hidup anda. Anda telah membuktikan bahwa anda benar-benar seorang pribadi yang berpikiran jauh ke depan.



7. Tambahlah satu kebiasaan baru yang anda bentuk. Kalau anda sudah berhasil menepati janji kepada orang lain selama tiga bulan, dan anda sudah mendapatkan bintang untuk kebiasaan baru itu, carilah kebiasaan lain yang lebih menantang. Jangan mudah berpuas diri dengan beberapa kebiasaan baru yang positif, karena masih banyak sekali kebiasaan baik lainnya yang perlu dikembangkan.



8. Untuk menggairahkan perjuangan anda dan memotivasi anda untuk lebih maju, anda juga bisa bekerja sama dengan sahabat atau keluarga yang punya visi yang sama dengan anda. Anda bisa saling menilai kemajuan dengan lebih obyektif, bisa merayakannya bersama dan bisa maju bersama. Tapi hati-hati, jangan mencari partner yang tidak mempunyai kemauan anda dan bisa membuat anda kehilangan gairah untuk melanjutkan perjuangan anda.



9 Jangan berhenti berusaha jika anda mengalami kegagalan atau kemunduran. Wajar sekali bila ada hari-hari dimana anda tidak bisa mengendalikan diri dan melakukan tindakan yang bertentangan dengan kebiasaan baru yang sedang anda bentuk. Jangan menghukum diri seakan-akan anda tidak mungkin berhasil. Jangan terlalu lama hanyut dalam perasaan kalah. Belajarlah seperti seorang prajurit berkuda di medan peperangan yang jatuh sesaat, tapi segera bangkit dan mulai bertempur lagi.



10. Belajarlah sebanyak mungkin dari sekolah kehidupan. Bacalah riwayat hidup orang-orang besar yang berhasil. Kalau mereka bisa, andapun pasti bisa meskipun mungkin dalam ukuran yang lebih kecil dari mereka.



Kartu Pintar - Visi Victory


Dikirim pada 02 Maret 2010 di Pengembangan Diri







Kebesaran jiwa bukanlah warisan dan kekerdilan jiwa bukan malapetaka. Kita bisa belajar mengembangkan kebesaran jiwa kita dengan kemauan dan ketekunan.

Beranilah mengakui kesalahan yang anda perbuat. Hanya orang yang berjiwa kerdil yang suka menyembunyikan kesalahannya dan suka mencari kambing hitam.
Beranilah mengakui kesalahan, kelemahan dan keterbatasan anda. Semuanya itu tidak mencerminkan sikap yang rendah diri, tapi justru menunjukkan sikap yang sportif.
Belajarlah untuk memaafkan kesalahan orang lain. Hanya orang yang berjiwa besar yang bisa memaafkan, orang yang lemah cenderung mudah membenci dan menyimpan kesalahan orang lain.
Belajarlah untuk bersikap rendah hati. Hindari kebiasaan menyombongkan diri atas prestasi atau keunggulan apapun yang anda miliki. Kesombongan biasanya mencerminkan harga diri yang rendah dari orang yang berjiwa kecil. Tapi kerendahan hati menunjukan harga diri yang tinggi dari orang yang berjiwa besar.
Beranilah bertanggung jawab atas apapun yang anda katakan dan lakukan. Orang-orang yang berjiwa pengecut biasanya tidak berani bertanggung jawab, bahkan sering melemparkan tanggung jawab kepada aorang lain.
Tingkatkan terus rasa percaya diri anda. Hindari kebiasaan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Mereka mungkin lebih hebat dan lebih berbobot, tapi itu bukan ukuran untuk meilai diri anda tidak berarti.
Berusahalah untuk tetap bersikap tenang dalam situasi dan kondisi yang buruk. Hindari mengambil keputusan penting ketika pikiran dan perasaan Anda sedang tidak menentu, apalagi dalam keadaan emosional.
Biasakanlah diri Anda untuk tidak takut mengambil risiko. Tempat yang aman dan kondisi yang nyaman bisa menciptakan status quo dan tidak baik bagi perkembangan jiwa Anda.
Beranilah untuk mengalami kegagalan, karena kegagalan memberikan banyak sekali pelajaran berharga. Orang-orang berjiwa besar biasanya dibesarkan oleh kegagalan, tapi sebaliknya, orang-orang berjiwa kerdil umumnya dilumpuhkan oleh kegagalan.
Bersikaplah optimis,pandanglah masa deapan dengan penuh harapan. Belajarlah melihat hambatan sebagai tantangan untuk ditaklukan, dan masalah sebagai kesempatan untuk memperkuat karalter.
Bersikaplah tegas dalam membela hak-hak Anda. Jangan takut pada penolakan dan jangan alergi pada perbedaan. Jangan berusaha untuk menyenangkan semua orang apalagi dengan mengorbanan harga diri Anda. Jangan merasa terganggu oleh sikap pro atau kontra selama Anda berdiri pada prinsip yang benar.
Belajarlah untuk melihat semua persoalan secara proporsional. Hindari kebiasaan membesar-besarkan msasalah kecil. Jangan biarkan diri Anda dipusingkan dengan urusan-urusan sepele. Don’t sweat the small stuff.
Belajarah menerima oreang laiun sebagaimana adanya. Jangan berusaha atau menuntut orang lain berubah sesuai harapan dan keinginan Anda. Namun tidak ada salahnya Anda memotivasi mereka untuk lebih berkembang.
Belajarlah untuk melihat kebaikan dan keistimewaan oran lain. Dengan begitu Anda tidak akan terlalu terganggu oleh kelemahannya.
Belajarlah untuk membuat orang lain merasa bangga dengan dirinya. Hanya orang yang berjiwa besar yang dapat membantu orang lain menjadi lebih percaya diri.
Belajarlah untuk bisa ikut bergembira atas keberhasilan orang lain. Rasa iri dan tidak suka atas sukses yang diraih orang lain mengungkapkan harga diri yang rendah.
Biasakanlah untuk menghargai pendapat dan keyakinan orang lain meskipun berbeda dengan pendapat dan keyakinan Anda. Picik sekali orang yang menganggap dirinya sudah memborong semua kebenaran.
Terimalah setiap kritik dengan lapang dada, buka dengan kemarahan dan penjelasan panjang lebar. Bagaimanapun bentuknya, sebetulnya kritik merupakan pemberian yang sangat berharga bagi perkembangan diri Anda.
Selesaikan setiap konflik dengan prinsip win-win solution, solusi menang-menang. Masalah terselesaikan tanpa ada pihak yang merasa dikalahkan oleh yang lain. Hanya orang yang berjiwa kecil yang selalu ingin menang sendiri.
Berpikirlah besar, bercita-citalah besar dan berharaplah yang terbaik. Bahkan ketika Anda menghadapi kenyataan yang sebaliknya, bertahanlah! Biarkan kebesaran jiwa Anda teruji dalam berbagai kesukaran.


(Kartu pintar – visi victory)


Dikirim pada 01 Maret 2010 di Pengembangan Diri







Kemampuan bicara di depan umum sudah menjadi keharusan bagi orang-orang yang ingin mengembangkan diri di bidang pendidikan, pekerjaan dan kegiatan sosial lainnya. Bekalilah diri Anda dengan pengetahuan yang memadai agar Anda bisa tampil sebagai pembicara yang menarik dan mempesona.



Persiapkan dan kuasai materi pembicaraan sebaik mungkin. Materi perlu dipersiapkan dengan matang agar sistematis, tidak bertele-tele, tidak menyimpang dan menarik minat orang untuk mendengarnya. Anda perlu menguasai materi sebaik mungkin agar Anda bisa menyampaikannya dengan penuh keyakinan. Anda pun akan siap untuk menjawab pertanyaan dan menanggapi sanggahan pendengar Anda dengan baik.


Manfaatkan kekuatan imajinasi untuk membayangkan saat-saat Anda berdiri di hadapan orang banyak. Tidak jadi masalah kalau Anda merasa gugup dan tegang. Tapi jangan berhenti sampai disitu, bayangkan juga bagaimana pada akhirnya Anda dapat mengendalikan perasaan dan tampil dengan penuh percaya diri. Semakin sering Anda melakukanhal ni, semakin baik persiapan mental Anda.


Ketika Anda maju ke depan, mungkin saja Anda merasa gugup meskipun sudah berulangkali melakukannya. Jangan merasa cemas, karena ternyata banyak pembicara terkenal yang bertaraf nasional pun masih suka mengalami demam panggung, terutama pada menit-menit pertama. Biasanya setelah Anda mulai bicara, perasaan itu berangsur-angsur hilang. Konon Franklin D. Roosevelt mengatasi rasa gugup dengan membayangkan setiap orang yang duduk dihadapannya memakai kaos kaki berlubang.


Pusatkan pandangan Anda kepada para pendengar Anda. Bila mata Anda tidak tertuju pada mereka, mereka bisa menilai Anda sebagai pembicara yang tidak percaya diri, gugup dan malu-malu. Pembicara yang baik biasanya memandang beberapa saat ke satu arah sebelum beralih ke arah yang lain.


Perhatikanlah suara Anda. Anda perlu bicara dengan suara yang mantap dan melafalkan setiap kata dengan jelas. Anda juga perlu belajar untuk memperhatikan tekanan suara. Ada saatnya Anda bicara dengan nada rendah, ada saatnya Anda bicara dengan nada tinggi terutama bila hendak menekankan hal-hal yang penting. Selain itu sewaktu-waktu Anda bicara dengan tempo yang cepat, dan pada waktu yang lain dengan tempo yang lambat. Peranan suara sangat vital dan sangat mempengaruhi kualitas pembicaraan Anda. Materi yang baik dan sikap yang tepat perlu diimbangi dengan suara yang jelas dan enak didengar.


Usahakan agar pembicaraan Anda komunikatif. Sebaiknya Anda tidak menggunakan bahasa yang asing atau istilah-istilah yang tidak dikenal oleh sebagian pendengar Anda agar pesan yang Anda sampaikan dapat diterima dan dimengerti dengan mudah, banyak pembicara yang gagal karena ingin memberikan istilah-istilah yang hebat, padahal pendengarnya kebingungan.


Buatlah pembicaraan Anda semenarik mungkin. Berilah contoh yang mudah dimengerti, kisah nyata, ilustrasi dan humor yang sesuai dengan topik pembicaraan. Anda juga perlu bersikap kritis pada diri sendiri agar semua bumbu penyedap itu membuat pembicaraan jadi menarik, bukan sebaliknya malah kehilangan arah dan menyimpang dari topik pembicaraan.


Perlakukan pendengar-pendengar Anda dengan penuh rasa hormat. Bila Anda memancarkan sikap bersahabat, umumnya mereka akan memberikan respon yang bersahabat juga. Kurang arif kalau Anda mencoba mendongkrak harga diri Anda dengan menganggap mereka sebagai orang yang bodoh atau lebih rendah dari Anda. Sebaliknya, tidak perlu menganggap mereka sebagai orang-orang besar yang membuat Anda merasa kecil.


Sesuaikan gaya bicara Anda dengan situasi dan pendengar Anda. Bila Anda sedang bicara kepada sekelompok anak kecil, mungkin mereka tidak akan terganggu bila Anda bicara dengan gaya menggurui. Tapi bila Anda berhadapan dengan orang dewasa, Anda perlu memilih gaya bicara yang tepat dan menghindari cara-cara yang kurang simpatik.


Tingkatkan terus kemampuan Anda. Pelajarilah kelemahan dan kesalahan Anda dari kaset atau video rekaman penampilan Anda. Mintalah saran dan kritik dari orang-orang yang lebih berpengalaman, bacalah buku-buku dan perluaslah wawasan Anda.


Kartu pintar-visi victory


Dikirim pada 01 Maret 2010 di Pengembangan Diri







KEBIASAAN MENGUCAP SYUKUR. Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga untuk kesusahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar dibalik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Kelleer yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang terkenal dan dikagumi diseluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah “Aku bersyukur atas cacat yang kualami, karena melalui cacat-cacat ini aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkah, kesehatan, keluarga, sahabat dan sebagainya. Lama-kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.


KEBIASAAN BERPIKIR POSITIF. Hidup kita dibentuk oleh apa yang sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikir positif, kita cenderung menjadi pribadi yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah pada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan, dan sukacita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera kearah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.


KEBIASAAN BEREMPATI. Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginan orang lain dan menangkap motif yang tersembuyi dibalik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti oleh orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dsb.


KEBIASAAN MENDAHULUKAN YANG PENTING. Pikirkan apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah! Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yang tidak penting untuk dilakukan, mana yang perlu dan mana yang tidak perlu untuk dipikirkan, mana yang perlu segera dikerjakan dan mana yang bisa ditunda. Waspadalah ketika Anda melakukan kebiasaan yang merusak, ketika melakukan yang sia-sia, ketika melakukan hal-hal yang tidak berguna. Kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.


KEBIASAAN BERTINDAK. Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah berikutnya adalah bertindak. Biasakanlah diri Anda untuk bertindak, hargailah waktu, jangan menunda apa yang bisa Anda lakukan sekarang, raihlah apa yang Anda inginkan, lawanlah perasaan malas dan pasif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tidak mau melangkah.


KEBIASAAN MENABUR BENIH. Prinsip tabur-tuai ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda menuai apa yang Anda tabur. Bayangkan, betapa kayanya hidup Anda bila selalu menabur benih kebaikan. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.


KEBIASAAN HIDUP JUJUR. Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh. Bila tidak jujur, Anda sedang merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada orang lain, tapi juga kepada diri sendiri. Bila selama ini Anda selalu bersembunyi di balik alasan, mulailah katakan kebenaran, meskipun mengandung risiko. Bila Anda hobi berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit.


Kartu pintar – visi victory


Dikirim pada 01 Maret 2010 di Pengembangan Diri
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA