0
31 Jul

"Pulang ngajar cepet pulang ya, ada perlu penting sekali!"..
"jam 11.00 cepet pulang"

Sms dari keluarga bernada seperti ini yang tumben sekali saya terima dan bikin penasaran. Otomatis di sekolah pun saya merasa tidak tenang karena hati pun semakin bertanya-tanya, ada apa ini?.
Jam menunjukkan jam 11.00, dengan secepat kilat saya langsung meluncur dari sekolah. "laa haula walaaquwata illa billaah.." saya serahkan semua urusan ini padaMu ya Rabb. Saya optimis pada ketentuan Nya yang belum saya ketahui.

Sampai di rumah Alahamdulillah semua baik-baik saja dan damai-damai saja. Saya langsung disambut bapak yang dari tadi menunggu lama. Keluarga langsung bercerita tentang permasalahannya kemudian saya menyimak dengan seksama.
Asyukruka ya Allah.. ada perasaan lega dan merasakan pertolongan Allah itu begitu dekat.
begini ceritanya,

Ada seseorang yang datang ke rumah, Pak Rosi namanya. Beliau menawarkan sekaligus mengajak untuk gabung dengan temannya supaya sukses. Teman pak Rosi menjanjikan akan memberi pekerjaan yang mapan langsung ditempatkan pada sebuah Bank di kota besar. Kita tinggal duduk manis saja di sana dan langsung diberi fasilitas mobil mewah. Tetapi syaratnya harus membayar uang muka 2,5 juta untuk operasional. Sontak saja keluarga saya kaget dan merasa dikejar waktu karena ditunggu selama 4 jam untuk mengambil keputusannya. Pak Rosi akan kembali lagi siang hari setelah ada keputusan dari keluarga saya khususnya saya sendiri setelah pulang dari sekolah.

Selama masa genting menunggu, keluarga saya bermusyawarah dan meminta pendapatnya dari keluarga lain mengenai hal ini. Alhamdulillah..sudah ada yang memberi saran bijak bahwa kita harus waspada dan ekstra hati-hati pada kasus seperti ini. Keluarga akhirnya memutuskan untuk tidak ikut bergabung dengan mereka.

Seringkali kita dihadapkan pada situasi menantang kehidupan kita. Ada saja orang yang mengiming-imingi sesuatu yang berharga atau berlimpah kepada kita, juga ada yang memanfaatkan orang lain dengan tujuan untuk memuaskan kepentingan kelompok tersendiri. na’udzubillaah..
..A’udzubikalimatillaahit taammaati min syarri maa kholaq.

terimakasih ya Rabb.
wallahu a’lam

Dikirim pada 31 Juli 2010 di Uncategoriez



Proses perubahan kadangkala terasa pahit tapi berbuah manis. Perubahan ke arah kebaikan memerlukan proses ketekunan dan kesabaran disertai optimis. Ketika dalam prosesnya pun seringkali kita mendapat kecaman, godaan, celaan, kebencian dan hal lain yang dapat mengganggu jalannya perubahan tersebut. Entah itu datang dari dalam diri sendiri juga teman kita, keluarga dan lingkungan masyarakat kita.

Tetaplah pada tujuan kita dan fokuslah pada apa yang menjadi keyakinan kita untuk berubah menjadi lebih baik. Ketika kita sudah niat dan benar-benar ingin ada perubahan insyaallah Sang Khaliq pun akan membantu kita dalam prosesnya. Allah pun tidak akan merubah nasib seseorang sebelum ia mau merubah diri sendiri dahulu.

Perjalanan hidup kita di dunia bukan untuk menjadi hebat dari orang lain, melainkan menjadi diri kita yang unggul dari diri kita yang kemarin. so, jangan pusing memikirkan kelebihan orang lain, karena ada yang lebih penting lagi yaitu tentang kemajuan diri sendiri. apakah kita sudah lebih baik sekarang ini dari diri kita yang kemarin?

Dikirim pada 11 Juli 2010 di Nasihat Diri
06 Jul



Memang banyak godaan ketika kita sendiri. Godaan dari dalam maupun dari luar. Takutnya tidak terjaganya hati ketika godaan itu datang menghampiri. Perlu ketebalan iman untuk menjaganya.

Godaan cinta yang belum berhak dan halal selalu saja menghantui banyak ikhwan atau akhwat yang masih sendiri. Memang takut sekali jika kita terus merasa sendiri dan ingin menyendiri terus selamanya Hanya Allah pemelihara kita, setia menemani kita dan penolong kita. Dia yang menganugerahkan calon pendamping kita. Karena Dia menciptakan kita berpasang-pasangan...so jangan pesimis yo kita jemput dan bersabarlah dalam penantian untuk sang pendamping kita.

Solusi bagi yang masih merasa sendiri....ya menikahlah.

saatnya menikah...!

Dikirim pada 06 Juli 2010 di Rumahku Surgaku
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA