0



Sepulang on air di radio perut keroncongan selalu saja menghibur saya. Sudah terbiasa jadwal makan malam setelah isya. Yang penting ketika kita sudah membiasakan disiplin terhadap sesuatu insyaallah itu akan menjadi hak paten bagi hidup kita. Seperti keteraturan jam makan saya malam itu.

Waktu menikmati perjalanan kerumah saya sudah membayangkan bagaimana lezatnya makanan apalagi kalau ada kerupuk dan sambel. Ahhaaa! Itu dia kerupuk yang jadi andalan saya membuat makan jadi lahap. Langsung menuju warung beli kerupuk segunung…haha… maksudnya 10 bungkus…banyak juga ya.. maklum karena lapar. Bener tuh makan jadi nikmat karena si tubuh sedang membutuhkannya.

Sahabat…
Seperti halnya kerupuk yang yang sifatnya ringan juga enak, dalam hidup kita pun senantiasa harus meniru sifatnya itu. Yup ! ilmu meringankan tubuh ala kerupuk. Hebat ya.. tentunya ketika tubuh sudah merasa ringan, dalam melangkahpun kita tidak ada beban.

Betul!..tidak ada beban kita harapkan dalam hidup. Namun seringkali kita terlalu betah menyimpan bebannya itu, muncul dari sebuah masalah-masalah kecil yang kita tabung sampai menumpuk menjadi saldo masalah besar dalam bank tubuh kita. Masalah tersbut ada yang kita produksi sendiri juga ada transfer dari orang lain.

Punya masalah kah Anda sekarang?.. saya tahu Anda punya masalah begitu juga dengan saya sendiri. Namanya hidup pasti ada saja sebuah masalah. Entah karena iri, benci, dendam, atau masalah kepribadian kita sendiri. Namun yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan bijak.

Saya dan Anda setuju bahwa masalah yang kita simpan terlalu lama akan merugikan kesehatan dan membahayakan hidup. Sudah saatnya kita ringankan tubuh kita yang terlalu banyak beban karena masalah-masalah yang ada. Lepaskan semuanya yang membuat diri kita terbelenggu masalah yang menghambat kemajuan hidup kita. Sangat rugi sekali kita hidup di dunia yang singkat ini hanya sibuk mengurusi masalah-masalah yang hanya sepele dan tidak penting sama sekali.

Alangkah indahnya ketika rasa syukur, saling memaafkan, saling menghormati, saling menghargai, optimis dan percaya diri mewarnai pada hidup kita. Hidup terasa ringan dan ketika ada masalah muncul kita sudah yakin pasti ada sebuah jawaban pada masalah tersebut dengan mencari solusi yang tepat. Akhirnya kita akan merasa damai dalam menikmati hidup yang indah ini.Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iin

Sudahkah kita menggunakan ilmu meringankan tubuh seperti halnya kerupuk?

Dikirim pada 20 Mei 2010 di Inspirasi



Hari ini tanggal 20 mei tepat dengan hari kebangkitan nasional bersamaan dengan hari milad teman saya tercinta, pas di usianya yang ke 20 tahun. Entah kenapa bangun pagi saya semangat sekali mungkin karena saya mau cepat-cepat sms teman saya itu mau memberikan ucapan selamat atas miladnya itu, atau entah lah yang penting setiap bangun pagi harus semangat, semangat melakukan aktivitas pagi ini.

Selesai shalat subuh saya sempatkan untuk melihat televisi. Banyak sekali ilmu seklaigus inspirasi pagi yang saya dapat pagi ini. Diantaranya selain dari acara siraman qolbu, ada satu inspirasi menarik pula dari berita yang saya simak. Menyambung dari hari kebangkitan nasional kali ini ada salah satu stasiun televisi yang sama sedang berulang tahun layaknya temen saya, dari berita yang tayang saat itu ada inspirasi pagi tentang kebangkitan hidup dua orang anak manusia mengenai belajar dari keterbatasan. hebat!!!

Diawali oleh seorang anak bocah usia enam tahun kelas satu SD, Sinar namanya. Kita pasti sudah tahu sosok anak ini yang luar biasa dengan kuatnya membantu ibundanya yang kesakitan. Sinar merupakan anak yang mandiri selama dua tahun ini dia mengurus ibunya yang tidak berdaya bahkan lumpuh akibat tejatuh. Anak itu bisa memasak, memberi makan, mengurus ibunya dengan sepenuh hati. Mereka hidup sederhana tapi keberadaan sinar mampu menyinari hati dan hidup mereka. Subhanallah..

Selanjutnya seorang remaja asal Wamena Papua, Selomina namanya. Dia sosok remaja yang semangat mengejar impian dan cita-cita. Dia rajin menimba ilmu dengan pergi ke sekolah meskipun jarak yang ditempuhnya itu jauh dan penuh tantangan. Melewati jalan terjal, melintasi sungai yang sampai dia berani berenang dulu di sungai itu hanya untuk pergi ke sekolah. Dengan kegigihan dia untuk belajar, akhirnya ada orang yang membantu Selomina untuk melanjutkan belajarnya ke bangku kuliah.

Semangat luar biasa inspirasi pagi ini yang saya tangkap untuk motivasi saya sendiri dan teman-teman. Bahwa keterbatasan kita bukan menjadi penghalang untuk kita maju dalam meraih impian hidup kita. Semoga kita bangkit menjadi manusia unggul, yang hari ini menjadi pribadi yang baik dari pribadi kita yang kemarin dan esok lebih baik lagi daripada hari ini.

selamat pagi dan tidak lupa selamat milad buat ella dan satu lagi selamat memperingati hari kebangkitan nasional 20 mei 2010. semangat!!!

Dikirim pada 20 Mei 2010 di Inspirasi
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA