0

(Episode pertama)





..."kang, untuk proposal insyaallah ana bantu, nanti kalo sudah ada perkembangan dikabari.tapi antum harus senantiasa menjaga hati, niat dan keikhlasan untuk menerima yang terbaik yang Allah berikan.."


Sms temannya memberikan lampu kuning pada si ikhwan yang berniat akan taaruf pada seorang akhwat. Si ikhwan merasa dag dig dug juga ketika pengalaman seperti ini dia rasakan begitu hebatnya dan penuh dengan tantangan. Tapi percayalah, si ikhwan itu sudah berniat untuk serius menjalani sebuah hubungan diatas ridha Allah.


Dia percayakan pada temannya yang dia anggap bisa diandalkan dan sudah mengenalnya dengan baik. kebetulan dia mengenal si akwat itu dan mengetahui kriteria yang pas buat si ikhwan teman dekatnya itu...ceritanya teman baiknya itu sebagai perantaranya...


Tapi sejujurnya memang si ikhwan benar-benar tidak mengetahui sosok akhwat yang akan dikenalkannya itu. Untuk itu tahap awal yang dilakukan si ikhwan yaitu bikin biodata taaruf dulu kemudian diserahkan ke pihak akhwat. Biar keren si ikhwan bikin biodatanya memakai kepingan cd jadi tidak bebrbentuk kertas lagi.


Empat hari setelah sms temannya memberikan lampu kuning, si ikhwan langsung menyerahkan biodatanya itu. Bismillahi tawakkaltu Alallah....Di menyerahkan segala urusannya itu kpada Allah dan karena Allah pula dia melaksanakan bagian dari ibadah tersebut.


Sms temannya kembali dia buka :


"..tetap luruskan niat ya..Siapapun akhwat yang ditawarkan nanti, itu hanya pilihan. Keputusan tetap di tangan antum. Dan kita cuma memfasilitasi, adapun ketidakcocokan yang terjadi nantinya itu dikembalikan lagi pada masing-masing calon. Siap?..."


"...siap !...Bismillah..." balas si ikhwan.










Dikirim pada 31 Januari 2011 di Ta’aruf




Bismillah....


Terimakasih ya Rabb, Engkau masih memberikan nikmat luar biasa pada hamba-hambaMu. Semoga kami senantiasa istiqomah bersyukur PadaMu ya Rabb...


Ujian yang sekarang Engkau berikan ini membuat hamba belajar banyak arti dari kesabaran dan keikhlasan. Ujian ini secara fisik tidak kelihatan oleh mata tapi mata hatilah yang bisa merasakannya. Mungkin inilah bagian dari jihad hati yang keras melawan musuh-musuh penghancur kebaikan di hati.


Engkau begitu menyayangiku Ya Rabb, sampai saat ini hamba diberi kesempatan untuk membangun kemantapan hati untuk meraih ridhoMu. Demi ibadah karenaMu, hamba berusaha meluruskan niat dan terus mengelola hati.


Meskipun godaan di jalan ini terus membludak tapi hati ini berusaha lurus....kuat.....Lindungi hamba Ya Rabb. Untuk meraih Ibadah yg suci itu....dan hamba yakin semua akan indah pada waktunya.




Dikirim pada 31 Januari 2011 di Muhasabah
Awal « 1 » Akhir


connect with ABATASA